A Learner's Journal
  • HOME
  • GENERAL
  • REFLEKSI
  • CERITA SAYA
  • CATATAN
  • BICARA LINGKUNGAN
  • ABOUT ME

Ukhtiku, aku tahu kini kamu tengah dalam penantian. Penantian kedatangan Sang Pangeran yang berharap akan menjadi penggenap di dalam kehidupan segera datang. Penantian yang cukup melelahkan memang. Hehehe. Tapi bukanlah suatu hal yang berlebihan karena memang sesungguhnya hal itu adalah fitrah. Kita memang selalu berharap akan ada Ikhwan sholeh yang akan  mendatangi rumah dan meminta pada orang tua.

Ukhtiku, mungkin saat ini kamu tengah berada di lingkungan dan tumbuh di sekitar orang-orang yang punya semangat untuk tumbuh menjadi lebih baik. Mungkin kamu sedang di lembaga yang sama. Entah itu lembaga dakwah, lembaga riset, lembaga advokasi, lembaga kepenulisan ataupun lembaga lainnya. Kamu dikelilingi orang-orang yang punya semangat lebih baik. Kamu berada di lingkaran orang-orang yang insyaAllah baik dan pastinya kalian akan saling mengenal dengan baik.

Ukhtiku, Jodoh itu ajaib dan tak bisa di duga. Kadang kita tidak sadar kalau dia begitu dekat dengan kita pun bahkan sebaliknya orang baru yang tak pernah kita lihat dan pikirkan sebelumnya. Bisa jadi orang yang selama ini teman baik kita, bisa jadi orang yang selam ini kita membencinya atau orang yang baru saja datang dalam kehidupan kita. Jodoh adalah rahasia. Kita tidak bisa menebak. Olehnya banyak yang risau ketika sang pangeran belum juga menampakkan dirinya.

Ukthiku, berhati-hatilah menjaga hati jangan sampai terlanjur jauh melabuhkan cinta dan harapan kepada orang secara berlebihan sebelum waktunya. Aku tahu ada banyak persepsi yang terbangun dalam dirimu perihal sang Pangeran dan bagaimana cara dia menemukan dan menjemputmu. Sekali lagi hal itupun masih rahasia. Bisa jadi yang datang itu adalah dia yang juga pernah berlembaga bersama denganmu. Tapi itu tidak masalah. Selama itu adalah niat yang didasari ketaqwaan kepada Allah dan ditempuh dengan cara yang baik dan sesuai syariat. Maka, InsyaAllah meridhoi.

Ukhtiku, sebagai perempuan biasa  mungkin kamu pernah kecewa atau dikecewakan. Mungkin pernah kecewa terhadap proses yang berawal dan berujung tak sesuai harapan. Mungkin pernah kecewa dengan janji dan komitmen yang dikhianati alias di PHP , hihihi. Jika memang harus bersedih. Bersedihlah. Tapi jangan pernah berlarut-larut dalam kesedihan. Untuk apa menangisi dia yang tidak pernah memikirkan kita? Percayalah Allah telah mempersiapkan jodoh terbaik untuk masing-masing kita.

Ukhtiku, berikut adalah beberapa contoh ungkapan-ungkapan para Ikhwan kepada para Akhwat yang berhasil memikat hatinya.
"Ukhti, ana memiliki rasa ke anti dan berniat untuk serius menuju anti, tapi ana masih harus menyelesaikan beberapa tanggung jawab kurang lebih 1-2 tahun. Ana mau anti berkomitmen untuk sama-sama saling menjaga hati (red: menunggu), ana tidak mau salah memperjuangkan !"
"Ukhti, ana berniat serius untuk menujumu (katanya), namun jika kamu menolak ana tak mengapa asalkan kamu jangan memilih si Fulan, sungguh ia masih banyak cacat untukmu"
"Ana punya niat serius sama Ukhti, ana berniat untuk menemui walimu, tapi sebelum itu ana harus tahu dulu apakah anti punya perasaan yang sama ke ana atau tidak? Ana tidak mau memperjuangkan orang yang salah"


Ukhtiku, pernah kudapati ikhwah dengan ungkapan seperti ini. Yaa Ukhti, ketika kamu mendapati hal seperti ini apa  yang akan kamu lakukan? (Dijawab masing-masing saja ya ukhtiku). Hal yang pasti adalah akan ada berbagai macam jawaban dari diri-diri kita.


Banyak ikhwah seperti itu, kelihatannya baik, sudah buat komitmen, tetapi ternyata eeh diluar sana sibuk membangun komitmen dengan akhwat lain pun bukan hanya itu ternyata juga sedang sibuk mendekati akhwat lain. Aku pernah mendapati ikhwan  pernah mendapati yang seperti itu. . Hhmmm, kalau kondisi sudah seperti ini maka hal yang harus dilakukan adalah jangan sampai baper mendalam yah Ukhtiku.

Ukhtiku, kesepakatan untuk saling komitmen adalah bukan hal mudah. Komitmen bukanlah hal yang menjadi jaminan terlebih dalam waktu yang tidak singkat. Kebanyakan dari mereka adalah meminta komitmen. Ada berbagai alasan sebenarnya. Pernah ada  alasan dari seseorang ikhwah yang meminta komitmen katanya agar sang Ikhwah tidak berjuang sia-sia dan sendirian selama waktu yang dijanjikannya. Memang terkadang kedengaran indah, tapi tak seindah yang kita bayangkan. Ada banyak sekali diantara mereka yang berkhianat tehadap komitmen yang telah dibangun. Tak jarang pihak yang paling tersakiti disini adalah pihak akhwat. Tentang komitmen mungkin bisa saja. Tapi harus tetap kita ingat satu hal bahwa Allah Maha Membolak-balikkan hati manusia. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Di luar sana banyak orang-orang baik, orang-orang shaleh dan orang-orang yang lebih taat dibanding kita. Tak mungkin kita menghalangi dia untuk kemudian beralih memilih orang yang lebih baik. Kita tidak mau pupus, jatuh dan terbaring dalam peratapan panjang dan kecewa mendalam yang tak berkesudahan. Rugi menangisi orang seperti itu.


Ukhtiku, pun pernah kutemui sebuah kisah dimana sang ikhwah yang memilih mundur karena sang akhwat yang tak mau diajak komitmen, lantas memilih pergi dan berlalu sibuk mencari dan mendekati akhwat lain. sejatinya  hanya ada dua pembuktian cinta "IKHLASKAN atau HALALKAN" bukan "KOMITMENAN". Memang praktek tak semudah yang dirapalkan. Tak mudah bukan berarti tak bisa kan? Diperlukan manajemen perasaan yang apik agar perasaan tetap terjaga kestabilannya.
Ukhtiku, jika dia  benar ingin melindungi dan menjagamu, sungguh itu adalah niat baik. Tapi kembali lagi, lihat proses yang dia tempuh. Apakah sudah sesuai dengan yang disyariatkan  atau melanggar dari syariat. Jika dia benar-benar ingin melindungi yakin saja ia tidak akan memberikan janji-janji. Sungguh janji-janji dan komitmen itu hanya akan membuatmu merasakan kesakitan yang mendalam bila pada kenyataannya nanti kenyataan tak sesuai dengan harapanmu.

Olehnya sudah sepatutnya yang wajib dilakukan adalah sibukkan diri dengan kebaikan, terus perbaiki diri, tingkatkan kualitas iman, senantiasa melangitkan doa-doa kita hingga seluruh penjuru langit mendengar senandung doa hingga turut mengaminkan doa dan hajat kita kepada  Sang Maha Cinta. Perbanyaklah melobi ke langit semoga yang terbaik segera menyambut doa dan segera menujumu. Ingat, waktu terbaik bagi orang lain belum tentu waktu terbaik bagi kita. Pun, harus diingat bahwa Siapapun yang menjadi pangeran kita kelak artinya itulah pilihan terbaik dari Allah.


Raja Ampat. Siapa yang tidak kenal dengan Pulau Raja Ampat yang terletak di Papua. Pulau yang sangat eksotis dan menawan membuat siapapun ingin berwisata ke sana. Raja Ampat merupakan salah satu maskotnya Indonesia. Jika ada tourist dari luar yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu tempat yang recomended adalah raja ampat dengan segala keunikan dan keindahannya.


Aku adalah salah satunya. Iya sih memang aku bukan turist. Tapi aku juga mah berjiwa tourist. Punya hobi traveling. Termasuk Raja Ampat adalah salah satu daerah wisata yang paling  ingin aku kunjungi saat ini. Alasannya simpel, hanya untuk menikmati Maha Karyanya yang luar biasa agar makin menambah kesyukuran. Pun juga ingin mengambil banyak hikmah dari setiap perjalanan-perjalanan yang dilakukan. Aah, jika melihat gambar-gambar yang beredar di internet rasanya pengen bisa kesana secepatnya. Sungguh luar biasa.


Keinginan yang belum  bersambut. Belum bisa kesana hingga hari ini, kendala utamanya adalah budgeting.. Hehehe..  Rasanya sedikit maklum dengan status sebagai mahasiswa untuk budgeting yang termasuk banyak. Lebih baik kerja dan nabung dululah biar nanti bisa pergi  sekalian nyari event yang bisa bawa kesana. Pun siapa sangka jika suatu hari nanti kesananya sudah tak sendiri lagi, sudah ada yang temani :-D , kan aman kalo begitu (hi hi hi minta ditemani sama Tour Guidenya saja)..


Memang belum bersambut, tapi telah tergantikan. Ku katakan ini adalah salah satu surga tersembunyi yang ada di Indonesia. Bukan di Timur pun bukan juga di Barat, tapi disini di wilayah tengah Indonesia. Sangat dekat denganku yang kebetulah warga Indonesia Tengah. Iya, Raja Ampat bukan hanya ada di Papua. 


Pulau Sombori adalah Raja Ampatnya Sulawesi Tengah. Tak kalah jauh dengan Raja Ampat yang ada di Papua. Keindahan Pulau Sombori terlihat dari gugusan pulau-pulau karang yang indah. Di sekitarnya banyak tebing karang yang tinggi, sehingga membuatnya tampak begitu eksotik. Ombak-ombak kecil yang menyisir tebing seolah-olah menyambut datangnya pengunjung. Sesekali, ombak tersebut meninggalkan dataran air yang sangat jernih. Menariknya, air di Pulau Sombori memiliki gradasi, mulai dari biru tua, cyan, dan hijau muda. Saking sepinya tempat ini, membuat pasirnya sangat putih dan bersih. Kamu bisa merebahkan tubuh dengan nyaman di atasnya.


Keindahan Pulau Sombori dari Puncak Pulau Kayangan
Alhamdulilllah  walaupun  belum bisa traveling ke Raja Ampat tapi kini telah tergantikan dengan keindahan Pulau Sombori. Perjalanan ke Pulau Sombori tanggal kemarin mampu menjadi penawar.  Ada surga tersembunyi di sekitar kita. Meski Sombori belum  terlalu dikenal oleh publik tapi saya yakin bahwa suatu hari nanti pasti akan menjadi tempat setenar Raja Ampat.  Tugas kita sederhana. Cukup kita menjadi pelopor dalam  mempromosikan tempat wisata yang ada di Indonesia terutama  wisata lokal di daerah kita masing-masing. Termasuk pulau Sombori Ini.
Cukup rindang meneduhkan, tak banyak kendaraan yang lalu lalang pun bisa menikmati pemandangan teluk Palu yang mempesona dari sini. Ini tempat favoritku di kampus. Cukup sering ku habiskan waktu disini, sendirian. Tak banyak yang tahu, aku sering menghabiskan waktu disini meski hanya seorang diri sembari menikmati pemandangan sekitar kampus yang bersatu dengan indahnya pemandangan alam kota pun teluk  Palu yang cukup jauh disana dengan harapan pun bisa menduhkan perasaan hingga menjadi tenang.

Ingatanku melayang. Teringat pertemuanku dengannya tadi, sebut saja "Miss", yang menyempatkan untuk singgah sebentar di rumah dosen tempatku tinggal sebelum akhirnya Ia pamit untuk pulang ke kampung halamannya. Beberapa hari sebelumnya kami sempat bertemu di kantor Media Tadulako, bercerita tentang apa yang akan kami lakukan saat hari wisuda nanti. Iya, aku adalah salah satu mahasiswa yang akan di wisuda nantinya. Berbeda dengannya yang sudah melalui wisuda sejak setahun yang lalu. Tapi, rencana itu akhirnya hanya berakhir pada sekedar rencana. Miss harus pulang ke kampung halamannya satu hari sebelum hari wisuda. Aku tak bisa menahannya. Hanya bisa mendoakan semoga perjalanan lancar dan selamat dalam lindungan Allah hingga sampai di tempat tujuan.

Besok adalah hari wisuda. Tetiba, butiran bening jatuh menetes. Entahlah rasanya  ada yang kurang, tapi apa?. Antara sedih dan haru bahagia. Hal yang selalu ku ceritakan kepada banyak orang, bukan Kita namanya kalau tidak berlima. Besok bahkan kalian tak ada, hanya si Merah yang ku ketahui pasti akan datang. Aah, mungkin harapku terlalu berlebihan. Si Ungu yang harus pergi untuk agenda akademik di propinsi sebelah, Si Miss yang harus pulang kampung halaman. Mungkinkah karena tak ada KITA esok? Mungkin. Ku rasa aku tak butuh alasan lagi, mungkin karna aku memang ingin ada KITA nantinya. Meski aku paham memang Kita tak akan selamanya menjadi Kita. Akan ada masanya Kita akan menjadi aku, kamu, dia, mereka dan kalian. Meski hati kita akan tetap menjadi kita.
Karena kita akan tetap menjadi KITA
****
Nada dering hape milik teman yang dipinjamkan kepadaku memecah kesunyian malam itu. Mimpi yang baru saja ku masuki buyar seketika ketika ku dengar nenek membangunkanku untuk bersegera menjawab panggilan di hape berwarna putih itu. Lelah tak bisa ku sembunyikan. Aktivitas seharian tadi membuatku harus beristrirahat mengembalikan puing-puing energi untuk acara wisuda keesokan harinya. 

Ku lihat layar hape putih yang ada digenggamanku. Nama yang tak asing bagiku. Ku jawab panggilannya dengan nada suara yang berat. Aah, rasanya belum sepenuhnya sadar dari tidur ketika ku berbicara dengannya meski dengan waktu sangat singkat. Hanya beberapa menit. Dia menanyakan tentang pesan singkat yang ku kirimkan sore tadi. Berbeda dengan yang lain. Tak ada konfirmasi darinya.

             ..............................
              "Oiya siapa saja yang dikirimi pesan seperti itu?", katanya.
              "Ada beberapa orang terdekatku. Kenapa?" Jawabku sembari bertanya.
             "Haruskah saya datang ? Kan sudah ada teman-teman yang lain dan keluarga juga yang datang....." Jawabnya.
              .............................. 

Tak berpanjang lebar. Ku akhiri panggilan di hapeku. Langsung ku kirimkan pesan singkat.

          "Okeh baiklah.Terima kasih. Menghilanglah satu persatu. Ndak usah pernah muncul-muncul lagi (emang hantu 😄)".

Pesan singkatku dibalas dengan beberapa potongan kata yang singkat. Ku balas kembali pesan singkatnya. Yang menjadi pesan terakhirku hingga hari ini.

"Ini terakhir kali saya balas sms. Terima kasih 😊".

****
Hape ku nonaktifkan kala itu. Ku letakkan di atas meja bersebelahan dengan komputer yang ku tahu sudah tak berfungsi lagi. Kembali teringat lagi bahwa akan ada masanya Kita akan menjadi aku, kamu, dia, mereka dan kalian. Meski hati kita akan tetap menjadi kita. Mataku sembab antara haru dan meringis dalam hati. Aku merindukan kalian, aku sayang kalian. Tapi sudahlah aku tak ingin membahasnya lagi. Mungkin saja aku yang terlalu naif. Malam sudah semakin larut aku harus istirahat karena besok adalah hari wisuda. Hari yang sudah ku nantikan hampir empat tahun lebih lamanya. Selamat malam, besok akan baik-baik saja.





Masih di jam yang sama pun di rutinitas yang sama. Hanya saja hari ini berbeda. Hari sudah berganti bukan lagi kemarin kemarin atau 2,3,4 hari kemarin. Aah, entahlah ini kebetulan atau mungkin sudah terencana aku juga tidak tahu. Sudah 5 hari berturut-turut kami selalu bertemu baik bertemu pada satu kegiatan sama ataupun yang berbeda. Satu hal yang pasti terjadi diantara kami adalah perbincangan hangat nan panjang yang pasti terjadi. Maklum, cukup lama kami tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Adalah dia teman akrabku, sebut saja Nina.

       "Wah, saya perhatikan beberapa hari kita ketemu macam tidak pernah lepas dari barang yang satu itu!" Kata Nina sambil menunjuk ke arah belakangku.

       "Barang apa?", Tanyaku penasaran.

       "Itu jaket yang kau gantung di tasmu !", tegas Nina.

       "Oh itu. Iyo ee. Itu jaket *****. Kenapakah kalau saya bawa-bawa terus ?"

       "Perasaan jaketmu banyak, tapi kenapa cuma itu terus yang kau bawa-bawa ?", dengan wajah penasaran Nina kembali bertanya.

       "Jawabannya sederhana, hanya 3 kata !", jawabku.

       "Apa itu kah ? I Love You !", Niina mencoba bercanda.

       "Karena saya sengaja. Selesai"

       "Bah iyokah ? Supaya di bilang apa kata? Supaya dibilang Aktivis ? ADK?  anak-anak LDK? Supaya dibilang alim? Supaya dibilang keren? atau?", sanggah Nina.

       "Hhhm..", aku berdiam sesaat sebelum ku jelaskan semua pada Nina. Aku tahu dia hanya bercanda. Tapi entahlah untuk yang satu ini rasanya sedikit nyesek. He he he.

***
Mungkin bukan hanya temanku Nina yang berpikir seperti itu. Mungkin banayak juga orang-orang di luar sana yang pikirannya sama hanya mereka tak pernah menyampaikan langsung kepadaku. Inilah beberapa alasan yang membuatku senang membawa dan menggunakan jaket itu kemana-mana.

1.   Melatih Tanggung Jawab
Memakai jaket LDK  tidak sembarangan begitupun dengan atribut yang menggambarkan bahwa kamu itu seorang ADK itu bukan hal mudah. Bagaima tidak, ketika kamu menggunakannya artinya ditanganmu ada tanggung jawab untuk menjaga nama baik lembaga yang kamu gunakan itu. Ini bukan sekedar lembaga. Namun lebih dari itu, ini bisa di katakan adalah lembaga tertinggi karena jika kita gagal bertanggung jawab maka bukan hanya lembaga dakwah yang  mendapat imbasnya tetapi agama kita. Olehnya, menggunakan jaket LDK itu sama dengan melatih rasa tanggung jawab.

2.    Identitas
Sudah hal pasti dengan menggunakan atribut suatu lembaga semisal jaket adalah mempermudah orang lain untuk mengenali kamu  dan lembagamu. Jangan malu dengan status ADK meski banyak yang bilang ADK itu gak modis dan culun. Its okay. Itu bukan masalah. Berbanggalah sebagai seorang muslim.


3.   Memperkenalkan bahwa ADK juga Bisa Berkarya di berbagai bidang
        Aku pernah mengalami suatu kejadian. Waktu itu aku mengisi sebuah materi kepenulisan yang diadakan oleh salah satu UKM di kampus. Kebetulan waktu itu pesertanya mahasiswa baru. Aku tampil membawakan materi menggunakan jaket LDK (mungkin sebagian ada yang beranggapan gak sesuai kalau memakai atribut seperti itu). Setelah materi berlangsung, ada 2 orang dari peserta datang mendekatiku. Lupa siapa namanya, yang ku ingat mereka dari FISIP dan FEKON. Pikirku mereka akan menanyakan hal yang berhubungan dengan materi kepenulisan tadi. Ternyata tidak. 

        "Kak, itu jaketnya kakak jaket apa?"

        "Oh ini jaket lembaga dek ! Kenapa emang?"

        "Itu lembaga apa Kak? ada bendera palestina?"
        
         "LDK UPIM UNTAD dek"
         
         "Bisa ceritakan sedikit kak tentang itu LDK UPIM UNTAD ?"

        (Aku menceritakan sedikit tentang LDK tentang kondisi mahasiswa saat ini dan didengarkan antusias oleh mereka).

        "Kak ini kan kegiatan menulis kok yang di pake malah jaket LDK, sedikit kurang nyambung kak, hehe"

        "Dek hingga hari ini masih banyak sekali yang beranggapan bahwa seorang anggota di lembaga dakwah kampus itu kerjanya ngurusin hal-hal yang berbau agama saja. Makanya banyak yang enggan untuk terlibat. Padahal sebenarnya tidak. Mereka juga banyak berkarya di bidang yang lain, tapi tetap semua yang dilakukan diniatkan karena Allah........"

          "Wah, betul sekali kak. Hampir sama dengan yang saya pikirkan. Aah, saya mau kak terlibat di lembaga dakwah kak. Bagaimana cara gabungnya?"

          "Nantikan informasi pendaftarannya dek yah (sambil bertukar kontak)"

Sebenarnya cukup sederhana, kita tampil dihadapan umum dengan tetap mempertahankan identitas sebagai muslim dan muslimah. InsyaAllah ini adalah hal baik dan akan mengundang kebaikan lainnya.

4.     Alarm
Tindak perilakumu akan lebih terjaga karena mengemban tanggung jawab menjaga nama baik lembaga bahkan nama baik agama di mata umum. Sehingga, atribut itu dapat berperan sebagai alarm buatmu. Contoh kecil adalah tidak melakukan pelanggaran saat berkendaraan di dalam kampus. Bayangnkan saja apa yang terjadi ketika tengah menggunakan atribut melakukan pelanggaran. Palingan akan ada yang berkomentar katanya Aktivis Dakwah kok melanggar aturan (bukan berarti Aktivis itu juga sempurna, tetap saja mereka manusia yang tak pernah luput dari salah, tapi sebaiknya adalah belajar untuk jadi lebih baik). Oiya, hal ini pernah ku saksikan sendiri dan spontan aku langsung berkomentar. Hal lain contohnya, akan menjaga interaksi dengan teman-teman non-mahrom agar bercanda tidak melampaui batas dan terjaga serta mereka juga akan segan kepadamu jika kamu bisa mempertahankan prinsipmu. Percayalah, hal sesederhana jaket pasti bisa menjadi pengingatmu dalam aktivitas sehari-hari.

Demikianlah, sekian uraian kali ini semoga tulisan ini bermanfaat. Aku bukanlah orang baik namun sedang dalam proses menjadi insan yang lebih baik. Selamat membaca.Wallahu a'lam bi sshowab.
Mataku terbuka, ku tengok ke arah kiri dan kananku. Tak ku dapati pemandangan apapun selain ku dapati Kartina yang masih menikmati tidurnya, itupun ku tangkap dalam pandangan yang masih samar-samar karena masih gelap. Iya hari itu adalah hari Rabu 10 September 2016 dan waktu masih menunjukkan jam 5 subuh. Aku hampir lupa bahwa saat ini kami tidak di rumah tapi berada di sebuah dusun pesisir yang jaraknya hampir 320 km dari kota Palu. Kami berempat terlampau asyik menikmati malam kemarin setelah berbagai kejadian yang menyambut malam pertama kedatangan kami. Tak lama berselang, Tina, Lela dan Reret turut terbangun.

Aah, aku baru benar-benar yakin sedang tidak di rumah saat keluar dari pondok peristirahatan. Ini bukan mimpi. Spontan, angin pantai yang berhembus menusuk tanpa malu-malu menyapa dengan dinginnya yang menusuk hingga ke tulang ditambah suara deburan ombak yang memecah di sepanjang bibir pantai. Cuaca begitu dingin maklum semalam hujan turun begitu deras. Rasanya masih ingin berebah setelah lelah dalam perjalanan dan aktivitas panjang seharian kemarin. Tapi tidak. Ada amanah dihadapan yang harus ditunaikan. Belum lagi harus bebersih di satu-satunya sumber air disana. Kami harus memanfaatkan sebaik-baik waktu. Dulu mendahului dengan warga yang mengantri untuk mengisi jerigen dengan air untuk dibawa pulang ke rumah.

Menikmati setiap detik waktu yang dihabiskan disana adalah keharusan. Sejatinya menikmati setiap perjalanan mampu membuat hidup sedikit lebih bahagia. Syukurlah sambutan warga yang cukup baik membuat kami tidak merasa begitu terbebani. Maklumlah kami adalah mini tim yang tak sama seperti peserta lainnya yang mendapat  dan tinggal bersama keluarga angkat. Maka kami terus menyatu dengan alam selama di lokasi.

Tenda peristirahatan berdiri rapi di bawah pohon asam. Tempat baru ini  sedikit lebih teduh dibanding di awal terlebih saat siang hari. Tepat di bawah pohon asam. Yaps, dibawah pohon asam inilah aktivitas kami jalankan mulai dari aktivitas masak-memasak, makan dan menghabiskan malam. Rasanya seperti memiliki keluarga angkat bertuankan pohon asam.

Kak Arif, Kartina dan Lela sedang beraktivitas di sekitar tenda dan pohon asam
 *** 
Rabu siang. Ketika itu kami sudah siap dengan menu makan siang. Ikan, kepiting dan mie adalah menu utama dari  koki ketjeh Mama Lela dan Kak Cecep. Hehe. Wah wah ternyata kami kedatangan tamu kala itu. Bukan dan tak lain adalah Pak Guru yang sudah tak asing lagi karena beliau sudah menyambut kedatangan kami sejak kemarin. Pak Guru (lupa siapa namanya) terlihat begitu antusias. Kami mengajak beliau untuk bergabung makan siang tapi beliau menolak. Akhirnya beliau hanya menyaksikan kami mengisi perut kosong kami sembari berkisah tentang kondisi yang terjadi di dusun terpencil itu.

Tak terduga. Pak Guru menceritakan tentang pohon asam yang dibawahnya kami bermukim dengan gayanya yang khas, yang hampir semua orang sudah tahu apa yang akan dikatakannya diawal pembicacaannya. Iyaps, beliau selalu mengatakan
"Minta maaf ini lee...."
Pak Guru selalu saja meminta maaf lebih dulu sebelum berbicara. Ketika itu beliau menceritakan dan menyampaikan bahwa sesungguhnya tak baik jika kami bertendakan di bawah pohon asam karena beberapa alasan. Diantaranya untuk alasan keamanan. 
"...Minta maaf ini le. Sebenarnya disini ini kurang mendukung (baca : angker) apalagi kamu-kamu ini orang baru harus hati-hati. Di sekitar sini ada kuburan..., sebaiknya kalian pindah saja dari sini dari pada nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Juga kalau bisa jangan pake-pake baju merah.." , begitu kata Pak Guru sambil memperkuat argumennya dengan menunjuk ke arah tanaman jarak yang ada dihadapan kami yang katanya disitulah letak kuburannya.
Mimik wajah Pak Guru nampak begitu serius. Namun sayang, tak ada satupun diantara kami yang memiliki perasaan takut. Bahkan ada beberapa yang hanya tersenyum-senyum mendengar penjelasan dari Pak Guru termasuk aku sendiri. Tapi tetap kami sembunyikan ragam ekspresi itu, jangan sampai Pak Guru tersinggung, bagaimanapun juga kami harus menghargai dan menghormati yang lebih tua. Tetiba Kak Cecep dan Kak Arif nimbrung.
"Kami tidak takut Pak. Kami sudah biasa dengan keadaan dan hal-hal begini. Lagipula ini bukan kali pertama bagi kami", begitu katanya.
 Akhirnya Pak Guru menyudahi perbincangan siang itu. Beliau hanya berpesan pada kami agar berhati-hati. Ha ah, ini merupakan salah satu bukti wujud sambutan hangat warga atas kedatangan kami. Mereka ingin kami tetap dalam keadaan aman.

  ***
Temanku memandangiku beberapa saat sebelum berkomentar. Ia sedikit kaget dengan kostumku hari itu. Kostumku yang serba merah bagiku wajar-wajar saja, selain karena aku penyuka warna merah juga karena persiapan pakaian yang ku bawa kebanyakan warna merah. Aku yakin semua akan baik-baik saja, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Ternyata bukan hanya temanku tapi ada seorang warga disana yang menegur bahkan menyuruh agar berganti pakaian menjadi warna yang lain. Tapi tak mempengaruhiku, tetap saja percaya diri dengan merah kala itu.

Hari berlalu pun hari kepulangan kami sudah di depan mata. Alhamdulillah selama bermukim di bawah pohon asam tak ada apa-apa yang terjadi dengan kami. Mendekati hari kepulangan barulah kami mendapat kabar bahwa sesungguhnya tak ada kuburan di sekitar pohon asam akan tetapi letaknya masih agak jauh. Ternyata Pohon Asam tak seperti kata Pak Guru. Kami hanya tersenyum dan menahan tawa dalam hati, seperti ada hal yang menggelitik. Hingga akhirnya Pak Guru memiliki kenangan sendiri, setiap ingat Pak Guru pasti ingat kata "Minta maaf ini le". Penghuni pohon asam itu adalah aku dan mereka, Lela, Tina, Reret, Mahfudz,  Kak Tofan, Kak Cecep, Kak Rasul, Kak Wandi dan Kak Arif. Jika kawan-kawan peserta agenda Homestay GYF #3 Rumah Bahari Gemilang yang lain sibuk memberikan foto berbingkai yang bertuliskan "Terima Kasih Ibu dan Bapak atas 3 hari yang Berharga", maka kami hanya bisa mengatakan "Terima Kasih Pohon Asam atas 3 Hari yang Berharga". Kami harus pulang.
 *** 
Mataku kembali terbuka, ku tengok ke arah kiri dan kananku. Tak ku dapati pemandangan apapun selain ku dapati tumpukan kertas yang tak lain adalah tugas akhirku. Aku hampir lupa bahwa saat ini aku sudah di rumah. Kini sudah berbalik kini aku  berada di kota Palu. Tiba-tiba ingatanku melayang menuju sebuah dusun pesisir yang jaraknya hampir 320 km dari kota Palu itu. Aku tersenyum, banyak cerita yang telah terukir.
 *** 
Pals, hal-hal gaib itu sejatinya ada dan kita harus percaya bahwa benar-benar ada. Namun, harus waspada dalam menyikapi hal-hal seperti itu. Hal-hal seperti itu bukan lantas membuat kita paranoid. Kita harusnya takut pada Sang Khalik. Jangan sampai terjebak dalam perbuatan syirik.
Suasana menjadi ramai namun sedikit mencekam. Bagaimana tidak, dusun pesisir yang jaraknya kurang lebih 7  km dengan kondisi jalanan yang rusak dari desa induk yang dihuni sekitar 50 KK ini tidak ada sambungan listrik dari PLN. Saat malam datang, mata tak dapat menangkap bayangan apapun. Hitam kelam kecuali cahaya bintang dan bulan saja yang kebetulan menyembul malam itu dan cahaya lampu dari 2-3 rumah yang memiliki mesin genset. Tak ada suara lain yang terdengar kecuali suara mesin genset dari rumah warga yang beradu dengan deburan ombak yang pecah di tepian pantai sementara angin bertiup sedikit kencang seolah menambah cekamnya suasana malam itu. Malam di Moian bagaikan di dunia lain. Rumah Bahari Gemilang alias Rubalang dengan agenda Home Stay nya adalah alasan mengapa kami berada disini.
Beberapa pemuda desa Palapi Dusun Moian
Selasa, 06 September 2016. Jarum jam sudah menunjukkan waktu hampir pukul 22.00 WITA. Homebase tempat kami tinggal untuk beberapa hari ke depan masih begitu ramai dengan warga yang lalu-lalang, datang dan pergi untuk melihat kejadian malam itu. Satu per satu warga disana terlihat mengerahkan kemampuannya untuk membantu teman kami yang merupakan perwakilan dari organisasi UKPM FKIP UNTAD. untuk mengeluarkan jin (katanya) yang menguasai dirinya kala itu (baca : kesurupan atau kemasukan). Cukup lama mengatasinya hingga akhirnya teman kami, Fira berhenti meronta dan tak sadarkan diri. Namun, akhirnya Ia terbangun dan nampak begitu lelah olehnya Ia harus beristirahat. Nampaknya jin yang menguasainya sudah keluar. Di sudut ruangan seorang rekan tetap melanjutkan bacaan Al-Qurannya. Harapannya bisa membuat suasana menjadi sedikit lebih tenang. 

Aku dan 4 orang temanku, Kartina, Lela, Reret seta Kak Tofan memutuskan untuk kembali ke pendopo yang jaraknya tidak begitu jauh. Letaknya lebih dekat dengan pantai. Rekan-rekan di Homebase meminta kami untuk tetap tinggal. Tapi, tidak. Ada beberapa hal penting yang harus kami bicarakan mengenai proyek yang masih akan berlangsung 2 hari ke depan. Kami berjalan beriringan menuju pendopo. Di malam yang begitu gelap itu, mataku tak dapat melihat apa-apa bahkan pendopo itu bagaikan tak ada. Syukurlah ada senter HP yang membantu sebagai penerangan kami di sepanjang jalan. Sebagian teman-temanku nampak begitu tegang. Sesekali ku ceritakan cerita-cerita mistik yang terjadi di kampungku sebagai pencair suasana. Hehe. Lantas hal ini menimbulkan protes dari teman-temanku. Mereka memintaku untuk berhenti menceritakan hal-hal seperti itu.

Masih 2 hari lagi kami akan berada di tempat ini. Strategi untuk eksekusi di lapangan besok harus kami rampungkan malam ini. Dengan tim yang hanya berjumlah 6 orang kami harus mempersiapkan semuanya. Kami berembug ditengah gelapnya malam yang nampak semakin mencekam. Aku menyalakan HP untuk membantu penerangan sembari ku lanjutkan bacaanku lewat Al-Quran digital di HP.ku, tak mengapalah yang terpenting ada tambahan bacaan hari itu walaupun hanya satu ayat. Angin mulai bertiup kencang dingin menusuk hingga ke tulang. Nampak petir dan kilat mulai berharmoni. Langit mendung. Nampaknya sebentar lagi akan turun hujan deras. Sesekali ada bayangan yang tak ku tahu pasti itu apa tertangkap oleh mataku ketika ada kilat saling bersambar. Pembahasan kami makin asyik. Tak terasa waktu menunjukkan hampir pukul 00.00 WITA.

"Haaaa aaahhhh....." Tetiba terdengar suara teriakan rekanku Reret yang terdengar seperti sangat ketakutan  disertai gerakan refleks dari Lela yang langsung berlali ke arah belakang. Hampir saja Lela berpegangan terhadap Husain yang ada di belakangnya. Aku tak  paham, Ada apa dan kenapa mereka berteriak ketakutan seperti itu. Kak Tofan yang duduk tidak terlalu jauh dariku bertanya ada apa, tapi tak di jawab. Lela dan Reret  serta Kartina hanya menunjuk ke arah tepat di belakangku. Dengan sedikit perasaan ragu-ragu. Aku berbalik ke belakang. Astagfirullahaladzim. Kembali ku pastikan apa yang sebenarnya ku lihat.

Nampak sosok seorang Bapak dengan wajah yang begitu pucat, pakaian sedikit acak-acakan dengan bibirnya yang komat kamit entah apa yang dikatakannya dengan berjalan "Ngesot" dari sebuah ruangan di pendopo ke arah kami yang sedang berembug. Owalah, ternyata ini yang membuat rekanku berteriak pun aku juga turut menghindar ketika ku lihat sosok tersebut. Antara percaya atau tidak, dengan tanya yang terus berkecamuk. Apakah itu orang atau hantu dusun Moian? Apalagi tadi baru-baru ada teman yang kesurupan ? Aah, tidak. Tapi itu siapa. Kak Tofan sempat berpikiran bahwa apa yang dilihatnya itu adalah makhluk gaib. Sempat ia bicara membatin dengan dirinya bahwa akhirnya dia bisa melihat makhluk dari dunia lain. Tapi, tak ada pilihan lain kak Tofan sebagai yang tertua kala itu memberanikan diri mendekati sosok tersebut.

Sedikit bernapas lega. Ternyata sosok tersebut adalah manusia. Hehehe. Seorang Bapak yang sedang jadi buruh  dalam pembangunan perumahan disana. Hanya saja ketika itu sang Bapak tengah mabuk. Awalnya kami merasa aman-aman saja. Namun, setelah berbincang dengan Bapak yang kondisinya mabuk perkataannya mulai ngawur. Kak Tofan akhirnya meminta bantuan kepada seorang kakak  dan teman-temannya yang katanya warga disana meski dari dusun yang berbeda. Akhirnya sang Bapak kembali ke ruangan tempat ia keluar tadi. Perbincangan malam itu kami akhiri. Tak lama kemudian keluar seorang Ibu yang juga menginap di pendopo itu tapi di ruangan yang berbeda. Ia mengingatkan kami bahwa sedikit tak aman jika akan menginap di tempat itu karena terbuka dan dikhawatirkan banyak pemuda-pemuda disana yang mabuk-mabukan merapat ke pendopo.

Kak Arif, Kartina & Lela di sekitar tenda tempat kami menginap
Tak ada pilihan lain. Tak aman bagi kami perempuan untuk tetap menetap dan menginap di Pendopo setelah kejadian yang terjadi hari itu. Akhirnya kami menghabiskan malam dan berebah istirahat di sebuah tenda milik kakak-kakak kru dari organisasi ICLO (Indonesian Celebes Littoral Organization) sedangkan Kak Tofan dan Husain tetap di Pendopo mengingat ada banyak barang bawaan yang tak bisa ditinggalkan. Disini kami merasa lebih aman.

Benar saja. Seperti dugaanku di awal. Cuaca mendung. Akhirnya hari itu diakhiri dengan hujan deras yang disertai kilat dan suara petir yang menggelegar. Adalah saya, Lela, Kartina dan Reret, kami berempat di dalam tenda yang berwarna biru kuning itu. Cukup menjadi peneduh, merebahkan diri sembari mengingat-ngingat kembali apa yang sudah  terjadi satu hari di hari pertama ini. Kami terlelap dengan sebuah kesimpulan akhir, Bukan. Sosok itu Bukan Hantu dari Moian.

Kamu muslimah? Udah menggenap apa belum ( :-D ) ? Masih kuliah? Tinggalnya sama orang tua, keluarga atau nge-kos?. Yeay apapun dan dimanapun tinggal pasti tiap-tiap kita punya alasan kuat dengan pilihan kita itu. Lupakan masalah siapapun kamu, apa aktivitasmu dan tempat tinggalmu  karena ulasan kali ini bukan membahas tempat tinggal meski tetap ada sedikit hubungannya. Kali ini akan ku ulas beberapa alasan utama kenapa seorang muslimah dianjurkan (bagiku malah diwajibkan) harus bisa berkendara sendirian terkhusus mengendarai motor, lebih khusus untuk yang tinggal di perantauan dan jauh dari keluarga. Iya, mengendarai motor. Motor merupakan salah satu alat transportasi yang paling umum dan paling banyak digunakan terutama transportasi pribadi. Tapi ini berlaku umum yah, mobil juga bisa jadi termasuk. Tak berlama-lama. Check this out.

Nikmati Perjalanan Jangan Lupa Perbanyak Syukur & Doa (Palu-Tolitoli)
3. Bisa membantu orang lain
Tinggal di sebuah asrama kampus bersama beberapa orang teman memberi kesan dan cerita yang berkesan dan menarik. Pernah suatu ketika di musim libur akhir semester. Ketika itu yang tersisa di asrama hanya 3 orang, termasuk aku. Tetiba salah seorang jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kami hanya bertiga, parahnya yang bisa dan mahir mengendarai motor hanya temanku yang jatuh sakit itu, kami butuh pertolongan dan sudah mencari pertolongan di beberapa tempat tapi kala itu benar-benar tak ada yang bisa membantu karena lokasi asrama yang cukup jauh dari perumahan padat masyarakat.. Akhirnya ku beranikan diri untuk mengendarai motor milik temanku itu. Tak ada pilihan lain meski temanku yang satu tahu bahwa aku baru belajar mengendarai motor seminggu yang lalu. Yah keadaan darurat. Semuanya bermodalkan Basmalah. Alhamdulillah kami sampai tempat tujuan dan temanku terselamatkan. Sebenarnya banyak cerita lain tapi itu adalah cerita yang menurutku paling berkesan. Semenjak kejadian itu aku semakin giat berlatih dan memberanikan diri agar bisa mengendarai motor. Iya, agar kita dengan mudah bbisa membantu orang lain saat-saat darurat  tentunya.

Nah, sahabat mungkin punya pengalaman dan cerita serupa olehnya tunggu apalagi mari kita masukkan dalam daftar agenda kita untuk belajar hingga bisa mengendarai motor. Mari menebarkan kebaikan !.

2. Mandiri, Aktif & Produktif
Mandiri adalah sesuatu hal yang sudah pasti apabila kita bisa mengendarai  motor karena kita tidak perlu merepotkan orang lain jika akan bepergian. Selain itu kita juga akan lebih aktif serta produktif. Kita bisa bepergian ke tempat sesuai kehendak kita. Yah. Aku pernah dan cukup sering mendengarkan alasan dari beberapa muslimah bahwa enggan atau tak bisa mengikuti suatu kegiatan karena alasan terhalang transportasi alias kendaraan. Misalnya "ndak bisa kesana karena ndak ada kendaraan...", "disini ada motor, tapi ga bisa mengendarai motor..", "ga ada yang antar", dan masih banyak lagi. Sesungguhya ini bukan masalah besar, hanya saja kita butuh usaha ekstra. Khusus buat kamu yang belum punya kendaraan tak perlu merasa rugi jika belajar mengendarai motor. Kamu punya teman-teman yang sewaktu-waktu bisa kamu pinjam kendaraannya jika dalam keadaan genting, yang terpenting mereka butuhkan adalah kamu bisa. Sahabat, aku pernah kok ada di posisi itu. Beberapa waktu yang lalu, aku punya sahabat-sahabat baik yang selalu membantuku termasuk mengantarkanku kemanapun. Namun, pernah suatu ketika temanku itu sedang sibuk dan tak bisa diganggu. Ia menyuruhku untuk mengendarai motornya sendiri. Aku tak bisa memaksa, hingga mencoba mencari bantuan orang lain yang tentunya memakan waktu yang lebih lama. Tapi jangan salah, apa kalian tahu aku mengalami hal itu bukan sekali dua kali loh ? Iya, tapi berkali-kali. Akhirnya malu juga. Sejak kejadian itu aku semakin termotivasi saja agar semakin lancar mengendarai motor biar bisa belajar lebih mandiri dan mengurangi frekuensi dalam merepotkan orang lain. Percaya atau tidak bisa mengendarai motor akan membuat kita Mandiri, Aktif & Produktif. Tak percaya? Silahkan buktikan sendiri.

1. Menjaga Diri & Membantu Proses "Hijrah"
Menurutku ini adalah hal utama yang nomor satu yang harus menjadi pertimbangan ketika masih ada muslimah yang masih ogah-ogahan untuk belajar mengendarai motor. Paling tidak alasan diri sendirilah yang kita jadikan alasan utama saat kita belum mampu menjadikan orang lain dan sikap mandiri menjadi alasan sebab yang berarti. Tak sedikit dari muslimah yang rela diantar dan berboncengan dengan mereka yang bukan mahrom karena berbagai alasan, diantaranya tak bisa mengendarai motor dan tak ada kendaraan lain. Alasan darurat katanya. Sejatinya yang harus kita lakukan adalah mengusahakan yang lain lebih dahulu. Jika jalan kaki akan lebuh baik maka berjalanlah. Sahabat, islam itu memudahkan kita bukan malah menyulitkan kita. Nah, jika kita sudah berupaya pada akhirnya tak mengapa. Serahkan semuanya pada Allah. Tapi tetap harus dipertimbangkan yah. Pastikan kita mengambil jalan yang mudharatnya lebih kecil. Semua bergantung pada kita. Jadilah muslimah bijak yang senantiasa menjada Iffah & Izzah-nya. Wallahualam.

Sahabat, bisa mengendarai motor akan membantu  menjaga diri kita dan membantu kita untuk  istiqamah terutama dalam proses "hijrah" kita menuju hal yang labih baik. Jangan mau dibonceng oleh sembarang orang. Apalagi  mereka yang bukan mahram. Jadilah muslimah tangguh! Pun jika memang perlu silahkan untuk mencari dia yang bersedia untuk mengantar, membonceng dan  mendampingimu kemanapun kamu pergi (baca : nikah), biar bisa lebih aman dan nyaman. Hehe.

Nah, itulah sedikit ulasanku. Oiya buat kamu yang punya alasan tidak mau belajar untuk mengendarai motor karena tidak mendapat izin dari orang tua (orang tua khawatir akan keamanan berkendara ataupun karena trauma)  tetap usaha dan yakinkan orang tuanya yah, bila perlu mungkin sampaikan juga ulasan ini ke orang tuanya. InsyaAllah jika niat kita baik semoga akan dimudahkan. Tetaplah berbuat dan menebar kebaikan hingga akhirnya akan melahirkan berbagai kebaikan lainnya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Jika ada hal-hal yang keliru mohon di koreksi yah sahabat :)

Salam tangguh !



Newer Posts Older Posts Home

WELCOME ABOARD!

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Makalrambot Lipu (Teringat Kampung Halaman)
    Lagu-lagu daerah Tolitoli cukup banyak yang menceritakan kerinduan seorang perantau terhadap kampung halamannya, termasuk lagu Makalrambot L...
  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Lutungan (Patriot Baolan)
    Nah, lagu ini adalah salah satu lagu fenomenal kota Tolitoli karena sering dinyanyikan dalam acara-acara kedaerahan, pun sering juga diperke...
  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Tinga Kinaaku (Suara hatiku)
    Naah, ini adalah salah satu lagu yang sangat terkenal juga di Tolitoli. Judulnya adalah " Tinga Kinaaku" , atau bisa diartikan seb...
  • Sebenarnya, Apa Alasan Kita Memilih Menjadi Relawan ?
    Menjadi Relawan atau Volunteer adalah sebuah pilihan. Pilihan bagi orang-orang terpilih. Pilihan bagi orang yang mau dan memberanikan...
  • (POHON ASAM) TAK SEPERTI KATA PAK GURU
    Mataku terbuka, ku tengok ke arah kiri dan kananku. Tak ku dapati pemandangan apapun selain ku dapati Kartina yang masih menikmati tidurnya...
  • Kata Kerja Transitif dan Intransitif, Apa Bedanya ?
    Materi Grammar atau aturan penulisan adalah salah satu materi utama dalam belajar bahasa Inggris. Materi verb atau kata kerja pada bagian...
  • NIKAH ATAU LANJUT STUDI, PILIH MANA ?
    NIKAH ATAU LANJUT STUDI, PILIH MANA ?  Nah, kalau kamu dapat pertanyaan yang seperti ini. Kamu akan jawab apa? Pasti mikir keras dul...
  • Cara Bayar SPP Untad melalui ATM BNI
    Tulisan kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai tata cara pembayaran SPP melalui ATM BNI. Selama ini kelihatannya masih sedikit maha...
  • 8 Alasan Kenapa Kamu Harus Ikut Event
    Rukmana (Delegasi Sulawesi Tengah) di  Indonesian Culture and Nationalism 2015 - Galeri Nasional Indonesia - Jakarta Pemuda dan mah...
  • 5 HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN KETIKA MENERJEMAHKAN DARI BAHASA INDONESIA KE BAHASA INGGRIS
    Bahasa Indonesia secara spesifik memiliki perbedaan struktur dengan bahasa Inggris. Olehnya, memiliki kemampuan menulis bahasa Indonesia ...

Categories

Beasiswa 6 Catatan 40 Cerita Saya 37 English Article 2 Kampung Inggris Pare 15 Pojok Umum 33 Refleksi 24 Tentang Toli-toli 8

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  January (1)
      • Bayangan Rasa
  • ►  2025 (5)
    • ►  December (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  May (3)
  • ►  2023 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (7)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  February (2)
  • ►  2020 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2018 (31)
    • ►  December (3)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (30)
    • ►  November (2)
    • ►  October (5)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
  • ►  2016 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (4)
  • ►  2015 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (10)
    • ►  June (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  August (1)

Total Pageviews

Contact Form

Name

Email *

Message *

Featured Post

Memaafkan atau dimaafkan bukanlah perihal mana yang lebih baik. Keduanya adalah dua hal yang sama-sama membutuhkan keikhlasan. Kita dilatih ...

rukmana.rs

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates