A Learner's Journal
  • HOME
  • GENERAL
  • REFLEKSI
  • CERITA SAYA
  • CATATAN
  • BICARA LINGKUNGAN
  • ABOUT ME
Di kelilingi oleh orang-orang yang ku sebut mereka sebagai "Orang-orang Berprestasi" membuatku terdorong untuk mengikuti jejak kisah sukses mereka. Bukan hanya sukses di tingkat nasional tapi juga hingga ke Internasional. Aku sangat terobsesi untuk bisa menjadi seperti mereka. Ku paksakan diri untuk bisa menulis KTI, berlatih berbicara di hadapan publik, aktif kegiatan sosial, organisasi dan lainnya. Alhamdulillah hal yang ku lakukan tak berujung pada kesia-siaan, beberapa kali aku berhasil lolos kompetisi dan conference hingga ke tingkat nasional. Ku sebut ini sukses. Sukses memiliki makna yang fleksibel tergantung orang yang memaknainya. Sukses versiku kali ini adalah saat aku bisa berkarya seperti mereka. Hal yang membuat semangatku semakin terbakar. Sejak saat itu ku beranikan diri untuk bermimpi melanjutkan studi di luar negeri, Jepang dan Amerika. InsyaAllah.

Suatu ketika ku mendapat nasihat dari seorang kakak tingkat. Untuk menjadi sukses kamu tak perlu menjadi orang lain. Cukup kenali potensimu dan kembangkan. Karena kamu akan susah menyaingi mereka sudah ahli.
"Aku pernah berada di posisi sepertimu saat ini. Aku  pernah mengalami yang namanya sangat terobsesi menjadi seperti seorang teman sekelasku yang sangat ahli di bidang KTI hingga mengantarkannya  berpetualang ke beberapa negara seperti Jerman dan Taiwan. Aku belajar susah-payah namun belum pandai-pandai juga. Hingga aku mendapat nasishat dari dosen yang sangat dekat denganku. Begini perkataannya, Jika ingin berpetualang seperti dia kamu jangan plagiat, maksudnya kamu harus gali potensi kamu dan terus kembangkan, jangan maksa mahir KTI kalu susah, kamu bakalan susah untuk bersaing karena banyak yang lebih mahir dari kamu......"
Ini tentang usia. Tentang anugerah. Tentang amanah dalam kesempatan

Barokallah..
Ini tentang usia. Tentang anugerah. Tentang harapan dalam amanah kesempatan.

Alhamdulillah.
Puji dan syukur senantiasa terpanjat ke hadirat Allah subhanahu wata'ala Sang pemilik jiwa yang merajai Alam semesta. Maha suci Allah. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk bisa menikmati persinggahan sementara sebelum pada akhirnya akan menuju akhirat-Mu.

Yaa tak terasa sudah selama itu aku berpetualang di dunia-Mu. Dengan segala kemurahan-Mu. Tak banyak yang ingin kuutarakan selain ungkapan rasa syukur yang tak terkira. Alhamdulillah aku masih bisa menghirup udaramu hingga akhirnya aku menginjak usia 21 tahun.

Banyak kisah petualangan yang sudah  kulalui selama ini. Tak luput ku mengambil hikmah dari semua itu. Dari situ kucoba untuk belajar. Belajar bagaimana menjadi sebenar-benar hamba, sebenar-benar manusia dan sebenar-benar khalifah (InsyaAllah).

Aku menyadari aku hanyalah satu dari sekian hamba-Mu yang jauh dari kesempurnaan. Untuk itu ampunilah segala salah dan khilafku karena Engkau adalah Dzat Maha Pengampun.

Jadikanlah umur yang tersisa ini senantiasa terpenuhi dengan segala aktivitas kebaikan. Menjadi pribadi yang pandai bersyukur atas segala nikmat.

Terima kasih telah menghiasi lembar perjalanan hingga hari ini dengan catatan dan coretan indah yang menjadi seni dan sejarah dalam hidupku.

Setiap tarikan nafasku, setiap jejak langkahku, ku pasrahkan pada-Mu.
Karena ku yakin keputusan dan ketetapan-Mu lah yang terbaik.

Sesungguhnya episode kehidupan baru, baru saja dimulai.
Bismillah...

Jangan lelah menanti kelanjutan kisah yang masih rahasia ini
Handphone ditanganku bergetar. Tertulis nama teman baikku di layar HP. Dalam hati ku bertanya-tanya ada apakah gerangan tak biasanya Ia menelpon selarut ini. Telepon darinya ku angkat. Berbicara beberapa menit lalu ku akhiri perbincangan itu. Ada hal yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya perbincangan kami adalah tentang kami berdua kali ini berbeda dan nampak begitu serius. Ada orang baru yang hadir dalam percakapan kami. Sebenarnya sedikit kaget kenapa dia tetiba membahas tentang itu. Pembahasan yang bisa ku bilang tentang masa depan tapi menurutku hal itu bukanlah hal yang tepat untuk dibahas di malam selarut ini.

Kembali ku lanjutkan tidurku yang ku katakan telah diganggu. Untung saja dia yang mengganggu tidurku olehnya kemarahanku masih terbendung. Pasti saja ketika orang lain, takkan ada maaf baginya. Aku kembali terlelap dalam tidur yang lelap. Tak ada hal yang membuatku penasaran, gelisah ataupun susah tidur. Suara kendaraan yang lalulalang menjadi pelengkap nyanyian sendu dalam hiruk pikuk di kota kecil ini. Tetiba aku terbangun kaget. Suara pohon tumbang di jalan depan rumah kontrakanku membangunkannku. Ku buka jendela kamar, ku lihat ke bawah, Pohon Kayu Dingin yang tumbang nampak menghalangi jalanan akibatnya pengguna jalan harus mencari jalan alternatif. Di luar sangat ramai, matahari sudah menyembul tinggi. Astagfirullah aku kesiangan.

"12 Panggilan Tak Terjawab dan 19 Pesan Belum dibaca", kalimat yang terpampang di layar HP-ku. Kinilah waktu yang tepat untukku penasaran. Ada apa sebenarnya. Ku buka pesannya satu per satu. Hhhmm, kelihatannya tak ada hal yang begitu penting dan mendesak. 19 Pesan itu isinya sama. Hanya menanyakan keberadaanku dan apa aktivitasku hari ini. Memang sepenting itukah keberadaan dan aktivitasku hari ini untuk dia ketahui? Aah pasti ini akal-akalan dia saja untuk mengerjaiku. Tak lama berselang, satu pesan singkat dari dia masuk lagi. Pesannya berisi ajakan untuk bertemu dia tanpa lupa mengingatkan agar aku tak datang seorang diri. Aku semakin tak mengerti. Ku putuskan untuk menghubunginya. Alhasil, setelah kutelpon beberapa kali namun tak kunjung terhubung juga, yang terdengar hanyalah suara "Nomor yang Anda tuju tidak terdaftar, mohon periksa kembali nomor tujuan Anda". Tak lupa juga untuk ku sapa dia lewat akun media sosialnya. Tapi hasilnya tetap sama. Masih nihil, tak ada tanggapan. Aah apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah aku harus memenuhi ajakannya?. Tidak. Tidak, aku tak mungkin menolak ajakannya.




"Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu"

KALA HUJAN. Malam 17 Ramadhan 1437 H. Lantunan bacaan ayat-ayat suci Al-Quran mulai menggema di segala penjuru masjid kota Palu. Waktu sudah menunjukkan pukul  19.23 WITA. Aah sebentar lagi memasuki waktu sholat tarwih. Rasanya semakin tak tenang saja. Beberapa kali kucoba keluar dari warung makan itu sambil kutengadahkan wajahku ke awan. Masih belum memungkinkan untuk ku terobos. Kembali ku duduk di meja yang cukup untuk ditempati 4 orang saja. Hujan semakin deras dan nampak begitu betah.

Kukekuarkan mushaf dari dalam tasku. Berharap bisa mengejar ketertinggalan bacaanku yang  beberapa lembar sambil menunggu hujan reda. Namun, 30 menit kemudian hujan belum juga reda. Mushafku ku tutup dan kembali kumasukkan ke dalam tas ungu yang kubawa saat itu. Ternyata badanku menggigil kedinginan. Sambil kuperhatikan orang-orang disekitarku. Mereka tak begitu terlihat kedinginan. Mungkin karena memang aku saja yang basah kuyup karena menerobos hujan hingga bisa kedinginan seperti ini. Kehangatan kakak-kakak yang kutemui ditempat yang sama sedikit mampu untuk mengurangi perasaan dingin yang begitu menusuk. Hujan malam ini mengantakanku pada pertemuan bersama rekan dan sahabat yang sudah lam tak berjumpa. Kembali mengingatkan mimpi-mimpi dan cipratan semangat untuk menjadi yang lebih baik. 

Hujan mulai reda. Aku dan rekanku langsung beranjak pulang ke rumah masing-masing. Badan masih menggigil namun harus kupaksakan untuk bisa mengendarai si merah untuk membawaku pulang ke rumah. Diperjalanan hujan kembali deras. tak ada lagi perasaan menggigil. Kini aku kembali menikmati hujan. Kuperlambat kecepatan, kulepaskan helm yang ku gunakan hanya agar bisa menikmati hujan malam ini. Tak peduli malam, aku hanya ingin menikmati hujan..Perjalanan yang bisa ditempuh paling lama 20 menit malam ini kutempuh hampir 40 menit. Sepanjang perjalanan kutemui beberapa jalan yang terendam banjir pun hujan semakin deras saja. Meski begitu aku tetap bahagia. 

Ingatanku melayang. Terbanyang aktivitas yang sudah kulakukan hari ini. Mulai dari mendapatkan kabar darurat yang membuatku merasa shock berat sehingga harus ngebut menulis semalaman suntuk. Semalaman Putri Tidur tak bisa tidur (Hihihi). Ditambah lagi harus menemui beberapa dosen dan amanah lainnya, Aah, terlalu banyak hal yang kulakukan hari ini, meski ada juga yang hanya sekedar harapan palsu. Terima kasih hari yang membuatku lelah.

Bukankah pelangi yang indah akan ada setelah hujan?

HUJAN TERIMA KASIH TELAH MENGHAPUS LELAHKU HARI INI.
      Indonesian Young Festival of Science alias INOVASI. Lomba karya tulis ilmiah yang pertama kuikuti. Bermodalkan semangat dan ilmu keterampilan menulis yang kubilang masih sangat sedikit. Tak perlu muluk-muluk aku tak mengharapkan imbalan dari lomba ini. Iya. Paling tidak aku telah berpartisipasi. Berawal dari informasi yang ku terima dari seorang teman. Hingga jadilah sebuah karya tulis yang siap untuk di kirim ke panitia. 

       Nur Hidayah. Sahabat sekaligus partner ku dalam segala hal. Termasuk dalam mengikuti lomba ini. Suka duka kami lewati bersama mulai dari mengumpulkan bahan tulisan hingga dalam membuat eksperimen-eksperimen sederhana. Bermodalkan pengetahuan menulis yang masih pas-pasan kami tetap semangat menyelesaikan  tulisan kami. Jaman sudah semakin canggih, jadi tanyakan saja pada om Gugel jika ada hal yang kurang dipahami. Itulah yang kami lakukan. 


        Nampaknya hal itu, tak buruk-buruk amat. Alhamdulillah,  jerih payah kami terbayarkan. setelah sekitar 2 minggu kami mengirimkan tulisan itu ke panitia dengan mengejar deadline karena bertepatan hari libur sehingga kami harus beburu JNE yang masih menerima pengiriman paket. Nama kami termasuk dalam 15 besar peserta yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya. Tahap presentasi di Universitas Hasanuddin Makassar. Wih, perasaanku tak karuan kala itu, antara haru dan bahagia. Rasanya mustahil, apalagi ini adalah pengalaman pertama menulis KTI untuk kompetisi dan langsung bisa lolos ke semi final.

     Yaps. Selama 3 hari kami kami mengikuti kegiatan disana banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan. Teman baru, pengetahuan dan semangat baru. Disana kami menemukan sahabat baru. Kusebut mereka sahabat Nusantaraku. Adalah mereka Bayu, Izza, Gilbert, Meliyana Rusanti, Aprilia Fatmawati, Octavian, Ana Fairuza Fajriana, Ulfa Musia Fadillah, Etty Yuliarsih, Nailil Magfirah, Putri Novianti, Nara dan Yanuar mereka adalah mahasiswa dari UNJ Jakarta, UB Malang, UNAIR Surabaya dan UNS Solo. Mereka si LO kece yang selalu menemani kami Azizah alias Cica dan Wiwin dari UNHAS. Sebenarnya masih banyak yang lain namun merekalah yang paling dekat dengan kami. Akrab terjalin dengan baik diantara kami sehingga rasanya begitu dekat. 

Foto bersama Peserta LKTM Inovasi Unhas 2014

Nur Hidayah, Saya, Meliyana, Aisyah, Aprilia (Kiri ke Kanan)

Saya, Ana, Etty, Ulfa, Nur (Awal Pertemuan di Bandara Internasional Hasanuddin Makassar)

      Meski belum bisa meraih juara. Namun, ini adalah prestasi gemilang buat kami. Saya dan Best Partner saya Nur Hidayah. Iya, kami yang masih pemula. Pengalaman ini sekaligus menjadi pengalaman pertama kami dalam melakukan perjalanan jauh bersamaan. Aah, suatu anugrah terindah untuk terus mempererat persahabatan diantara kami. Silahkan ambil hikmah dari setiap perjalanan yang kita lakukan. Dan pastinya jangan pernah takut untuk memulai.

Semangat menjaga Semangat! Semangat Memulai ! :-)


     
Im gonna say "Sorry" for everything
             "Apa yang terjadi?", " Kamu sakit?!", " Kenapa tiba-tiba minta maaf?", "Saya tidak mengerti (*emot bertanya-tanya)". Itulah respon dari beberapa teman ketika ku kirimkan sebuah pesan singkat yang isinya tentang permohonan maaf dariku. Uhuk uhuk, responnya tak usah berlebihan. Hehe. Begitulah respon mereka ketika kukirimkan pesan singkat itu, seolah tiba-tiba saja hujan turun tanpa tanda angin kencang maupun mendung.diawal. Tenang saja kawan, diriku tak mengapa. Saat ini aku hanya ingin melatih diri untuk membiasakan diri meng-Update maaf kepada orang lain. Hal itu mulai kulakukan terhadap orang-orang terdekatku, dengan kalian yang waktuku paling banyak kuhabiskan. Bukan tak mungkin banyak hal ditengah canda dan seriusku terselip kata dan tingkah yang mungkin melukai. Mungkin kalian menampakkan wajah dan sikap yang tabah, tapi siapa tahu ada sakit dalam hati. Jadi, jangan kaget lagi yah jika akan selalu  ku meminta maaf kepada kalian.

         Update maaf, penting buatku. Yaps, status di media sosial saja sering di Update seperti facebook dan twitter, hampir tiap jam terus di Update. Mengapa status butuh di Update? Salah satu jawaban adalah menyelamatkan pertemanan. Sadar atau tidak, sosmed yang jarang di Update bisa membuat teman-teman dumay kita malas berhubungan dengan kita bahkan ada yang tidak tanggung-tanggung untuk Unfriend dari pertemanan. Di Unfried oleh teman dunia maya saja rasanya begitu menggores  hati (:D). Apalagi di unfriend sama teman di dunia nyata, pasti sakitnya akan begitu berlipat-lipat ganda.

         Senyum :) . Maaf memaafkan itu penting. Namun, masih banyak yang gengsi baik meminta maaf maupun memberi maaf. Laahh, bukannya maaf dan memaafkan itu hal yang wajib?. Nah Allah saja maha memaafkan dengan segala kemurahannya. Sebesar apapun kesalahan umatnya pasti diberi maaf, jika benar-benar telah menyesali semua kesalahannya. Lantas kita bagaimana ? Apa yang mau kita sombongkan? Mengapa harus gengsi ? (Jawab masing-masing).Tak bisa dipungkiri bahwa kadang hal itu memang sulit, apalagi kita sebagai manusia yang kurangnya sangat banyak, ada yang pendendam misalnya. Namun, bukan tak mungkin kita lakukan, semua butuh proses dan pembiasaan diri.

      Hahai. Itulah hal yang coba kubiasakan saat ini. Membiasakan diri untuk Update maaf. Jadi, jangan bilang aku sakit lagi kalau tiba-tiba ku  meminta maaf kepada kalian.
Selamat bermaaf-maafan

Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri - Tere Liye
Kegagalan kita untuk memaafkan, kesediaan kita untuk mengakui dendam, adalah penerimaan tentang batas. Setelah itu adalah doa. Pada akhirnya kita akan tahu bahwa kita bukan hakim yang terakhir. … Di ujung sana, Tuhan lebih tahu." Goenawan Mohamad 
Doakan saya agar bisa menembus PIMNAS 29 !! (*Penuh Harap)

       Pimnas Oh Pimnas !! Eh, hehehe. Mungkinkah saya menembus batas menuju Pimnas. Yah, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang begitu dinanti dan dirindukan!. Pasti bisa jika Allah menghendaki. Pasti bisa jika mau berusaha. Pacu semangat Naa!.

        Dulu sebelum mengenal pimnas terlebih dahulu saya diperkenalkan dengan PKM. Iya si PKM. Mungkin sebagian diantara teman-teman merasa masih asing dengan PKM olehnya saya akan coba review sedikit tentang PKM. Yah teman-teman, PKM. Program Kreatifitas Mahasiswa, sebuah program yang paling diburu oleh mahasiswa se-Indonesia untuk mendapatkan dana hibah penelitian. Dalam PKM mahasiswa dipacu untuk melahirkan ide-ide kreatif mereka melalui karya yang dibuat dan mendapatkan bantuan dana dari Dirjen Dikti, dari PKM diharapkan akan melahirkan karya-karya kreatif mahasiswa Indonesia sehingga mampu mengatasi masalah-masalah yang sedang terjadi di Indonesia. Muara akhir dari PKM adalah PIMNAS. Di PIMNAS inilah tempat berkumpulnya mahasiswa-mahasiswa Indonesia dengan konsep terbaik.

          Sebenarnya saya tak lebih beruntung dibanding teman-teman. Saya mengenal PKM cukup terlambat tepatnya di tahun pertengahan kuliah. Coba saja kalau saya mengenalnya sejak masih menyandang sebagai mahasiswa baru, saya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik dengan waktu dan kesempatan yang masih terbuka sangat lebar dibanding sekarang. Saya jadi teringat cerita seorang teman saya yang sudah berhasil lolos sampai ke PIMNAS. Muhammad Rajab Fadly, mahasiswa Pend. Bahasa Indonesia, Dia sudah mengenal PKM sejak masih duduk di bangku SMA hingga salah satu motivasinya memilih kuliah di UNTAD adalah untuk bisa ikut PKM. Perjuangannya tidak sia-sia, di tahun 2014 dia berhasil lolos sampai ke PIMNAS 27 yang diadakan di UNDIP Semarang. Salut dengan perjuangannya. Tapi tak apalah, toh rencana indah dari Tuhan untuk saya telah digariskan pun saya berhasil juga menerima dana hibah PKM selama 2 kali berturut-turut (Hehe).

         Sedikit bercerita nih ya, perkenalan saya dengan PKM bermula dari kegiatan P3KTI yang saya ikuti  sekitar 2 tahun lalu yang diselenggarakan oleh BRM FMIPA UNTAD. Disana saya mendapatkan materi tentang bagaimana tata cara menulis karya ilmiah dan materi lainnya (cuma itu yang teringat hingga saat ini). Ketika itu salah seorang pemateri pada seminar itu memperkenalkan PKM, Pak Dr. Unggul namanya. Beliau merupakan salah satu dosen yang memiliki perhatian lebih terhadap PKM sehingga hampir dimanapun selalu saja mengkampanyekan PKM termasuk dalam seminar yang saya ikuti ini. Ternyata beliau juga sangat dekat dengan mahasiswa yang aktif dalam mengikuti PKM. Disana hadir juga salah seorang mahasiswa, Pujiati Sari namanya. Yah, akrabnya dipanggil Kak Puji. Beliau ini adalah mahasiswa yang sudah senior di bidang PKM. Dialah jagonya buktinya sudah 3 kali Ia lolos hingga ke Pimnas. Kak Puji sempat memberikan testimoni tentang PKM. Saya bangga padanya. Saya bangga pada semangatnya. Disitulah awal saya jatuh cinta dengan PKM.

        Ibarat pepatah yang menyatakan dari mata turun ke hati, begitulah yang saya rasakan. Pasca kegiatan itu saya mulai menekuni dan terus memantau perkembangan dunia PKM. Saya mulai mencoba menulis PKM. Awal tahun 2014,  sebagai langkah awal saya menulis proposal PKM-GT yang mengangkat topik  tentang kurikulum baru untuk meningkatkan kualitas perfilman Indonesia. Namun, proposal yang saya masukkan belum berhasil lolos. Ternyata topik yang saya tawarkan belum berhasil mencuri perhatian reviewer. Yah, menurut salah seorang teman saya ini adalah awal yang kurang baik. Tapi tidak bagi saya. Karena diawal saya sudah menekankan untuk tidak berharap lebih dari sini. Semua diniatkan untuk belajar. Tak putus harapan. Saya kembali mencoba menulis PKM. Alhamdulillah, suatu kebahagiaan ketika saya mengetahui bahwa PKM yang saya tulis di danai, ketika itu saya menulis proposal PKM-PE (Penelitian Eksakta) tentang Formulasi Skin Lotion Anti Nyamuk Ekstrak Buah Pare untuk mengurangi Penggunaan Repellent dengan bahan aktif Sintetik. Hasilnya masih belum memuaskan karena belum berhasil menembus PIMNAS. Tak patah arang. Saya kembali menulis lagi dan Alhamdulillah kembali diberi kesempatan untuk bertarung menuju PIMNAS. Ini kesempatan kedua dan saya harus menggunakan sebaik-baiknya.

        Pimnas Oh Pimnas ! Nampaknya saya harus mulai mempersiapkan diri  untuk itu. Mulai perbaiki dari niat. Ini kesempatan terakhir dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mohon dukungan dan doanya yah teman-teman !!. Dibalik itu semua saya tetap percaya apapun hasilnya nanti. Selalu ada rencana indah dari Tuhan yang siap untuk dijalani.

          

Newer Posts Older Posts Home

WELCOME ABOARD!

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Makalrambot Lipu (Teringat Kampung Halaman)
    Lagu-lagu daerah Tolitoli cukup banyak yang menceritakan kerinduan seorang perantau terhadap kampung halamannya, termasuk lagu Makalrambot L...
  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Lutungan (Patriot Baolan)
    Nah, lagu ini adalah salah satu lagu fenomenal kota Tolitoli karena sering dinyanyikan dalam acara-acara kedaerahan, pun sering juga diperke...
  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Tinga Kinaaku (Suara hatiku)
    Naah, ini adalah salah satu lagu yang sangat terkenal juga di Tolitoli. Judulnya adalah " Tinga Kinaaku" , atau bisa diartikan seb...
  • Sebenarnya, Apa Alasan Kita Memilih Menjadi Relawan ?
    Menjadi Relawan atau Volunteer adalah sebuah pilihan. Pilihan bagi orang-orang terpilih. Pilihan bagi orang yang mau dan memberanikan...
  • (POHON ASAM) TAK SEPERTI KATA PAK GURU
    Mataku terbuka, ku tengok ke arah kiri dan kananku. Tak ku dapati pemandangan apapun selain ku dapati Kartina yang masih menikmati tidurnya...
  • Kata Kerja Transitif dan Intransitif, Apa Bedanya ?
    Materi Grammar atau aturan penulisan adalah salah satu materi utama dalam belajar bahasa Inggris. Materi verb atau kata kerja pada bagian...
  • NIKAH ATAU LANJUT STUDI, PILIH MANA ?
    NIKAH ATAU LANJUT STUDI, PILIH MANA ?  Nah, kalau kamu dapat pertanyaan yang seperti ini. Kamu akan jawab apa? Pasti mikir keras dul...
  • Cara Bayar SPP Untad melalui ATM BNI
    Tulisan kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai tata cara pembayaran SPP melalui ATM BNI. Selama ini kelihatannya masih sedikit maha...
  • 8 Alasan Kenapa Kamu Harus Ikut Event
    Rukmana (Delegasi Sulawesi Tengah) di  Indonesian Culture and Nationalism 2015 - Galeri Nasional Indonesia - Jakarta Pemuda dan mah...
  • 5 HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN KETIKA MENERJEMAHKAN DARI BAHASA INDONESIA KE BAHASA INGGRIS
    Bahasa Indonesia secara spesifik memiliki perbedaan struktur dengan bahasa Inggris. Olehnya, memiliki kemampuan menulis bahasa Indonesia ...

Categories

Beasiswa 6 Catatan 40 Cerita Saya 37 English Article 2 Kampung Inggris Pare 15 Pojok Umum 33 Refleksi 24 Tentang Toli-toli 8

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  January (1)
      • Bayangan Rasa
  • ►  2025 (5)
    • ►  December (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  May (3)
  • ►  2023 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (7)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  February (2)
  • ►  2020 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2018 (31)
    • ►  December (3)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (30)
    • ►  November (2)
    • ►  October (5)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
  • ►  2016 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (4)
  • ►  2015 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (10)
    • ►  June (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  August (1)

Total Pageviews

Contact Form

Name

Email *

Message *

Featured Post

Memaafkan atau dimaafkan bukanlah perihal mana yang lebih baik. Keduanya adalah dua hal yang sama-sama membutuhkan keikhlasan. Kita dilatih ...

rukmana.rs

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates