A Learner's Journal
  • HOME
  • GENERAL
  • REFLEKSI
  • CERITA SAYA
  • CATATAN
  • BICARA LINGKUNGAN
  • ABOUT ME
Jika kemarin ramadhan hingga lebaran idul fitri 1438 H masih di rantau, maka lebaran idul adha kali ini pun masih sama. Masih di rantau juga. Hanya saja, kali ini sedikit berbeda dari kemarin. Jika  idul fitri kemarin masih di tanah sulawesi maka kali ini lebaran idul adha di tanah Jawa.  Tanah rantauan untuk 3-5 bulan kedepan. Tanah rantauan untuk kembali memulai babak perjuangan baru, kembali belajar untuk kemudian melanjutkan perjuangan untuk mimpi-mimpi yang menunggu untuk diwujudkan.
***
Kamis, 31 Agustus 2017 bertepatan dengan 09 Dzulhijjah 1438 H. Tepat satu hari sebelum hari raya iedul adha. Setelah kelas belajar hari ini selesai dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Hari ini ada buka puasa bersama member camp CLIent yang melaksanakan puasa arafah. Hari ini kelas belajar sedikit terlambat ditutup dibanding biasanya. Kelas baru selesai selepas adzan magrib (meski ga telat-telat amat sih). Setelah kelas selesai, ada beberapa member camp yang bersiap untuk pulang ke daerah asalnya. Iya, beberapa member memilih kembali ke rumah dan merayakan lebaran idul adha bersama keluarga tercinta. Yah, bagi kami yang belum bisa pulang ke rumah, tidak ada pilihan selain memilih menetap di camp. 

Seusai shalat maghrib sekitar pikul 19.25 WIB suara takbir mulai menggema, memenuhi setiap sudut ruang dan waktu malam ini. Lantunan takbir yang melayangkan ingatan yang bersebabkan rindu untuk bersua bersama keluarga, di rumah. Suara takbir semakin menajamkan rindu hingga jadilah saat itu waktu untuk mengurai rindu lewat tangisan haru biru yang merindu. Jadilah malam itu sebagai malam yang saya sebut malam "menangis rindu". Miss Dyah, Miss Mia, Miss Jum dan Miss Lya adalah yang paling merasakan kerinduan mendalam kala itu, ini terlihat dari tangisan mereka yang cukup menjadi-jadi. Yah, saya paham, bukan karena manja atau lemah. Tapi, itu adalah hal yang manusiawi. Jika dengan menangis bisa mengurai rindu, mengapa harus malu untuk menangis sebagai bukti bahwa kita selalu rindu untuk pulang? Pulang untuk mempersembahkan hal terbaik.  Lantas bagaimana dengan saya? Rindu itu pasti hanya saja saya punya cara sendiri dalam mengurai rindu yang tak satupun orang lain mengetahuinya 😆.

Setiap tempat punya cerita, setiap cerita selalu ada keunikan. Unik dan tak ada yang bisa menyamainya, tak akan pernah terulang seperti hari ini meski di tempat yang sama pun dengan orang-orang yang sama. Saya percaya selalu ada maksud Allah atas apa yang terjadi hari ini. Hehe..

Oiya, hari ini salah seorang member dari kelas belajar saya jatuh sakit dan memilih untuk berobat ke rumah sakit, pun harus di opname. Namanya Yogi berasal dari Papua. Pada akhirnya, sebagian malam takbiran kami kali ini dihabiskan di rumah sakit. Yaps, kami berjalan kaki dari camp menuju rumah sakit yang berjarak sekitar 400 M. Sebenarnya saya sedikit lelah begitupun dengan teman sekamar saya Miss Afni dari Aceh. Namun, ada hal yang lebih penting dari sekedar melepas lelah. Kami memutus untuk menjenguk teman yang sakit meski bisa dibilang lelah. Sebenarnya bukan karena apa-apa, tapi sebagai bentuk empati dan atas nama persaudaraan. Apalagi ini malam lebaran, di kampung orang, gak ada keluarga. Satu-satunya keluarga yang dia miliki disini adalah kami semua. Kamilah yang diharapkan untuk bisa menjadi penebar energi positif.
Tampak depan RSUD IRNA - Teman-teman Camp Lagi Jalan Kaki 😁

Nah, ini teman-teman Camp Putri (Ada yang lagi ngelawak 😄)


Teman-teman Camp Cowok lagi nonton di ruang tunggu RS
Tak ada harapan lain selain saling memberikan dukungan  dan saling menguatkan agar dapat kembali berjuang bersama-sama mmenjemput hal yang diingnkan. Syukurlah, kehadiran kami kala itu berhasil membuat  Yogi terlihat bisa tersenyum bahagia. Memang tidak banyak yang dapat kami lakukan. Tapi, kami yakin bahwa sesuatu yang dilakukan dengan niat baik akan mendatangkan hal baik lainnya. Semoga segera diberi kesembuhan.

***
Itulah sedikit catatan untuk hari ini. Terima kasih atas kesempatan untuk bisa mengenal kalian para pejuang. Banyak yang kurang jelas sih dari tulisannya tapi gak apa-apalah karena saya hanya sedang ingin menulis saja.

by : Rukmana Suharta
(Pare-Kediri, 31 Agustus 2017 , Pukul 22.57 WIB)






Setiap orang  mendamba agar dirinya bisa meraih kesuksesan dalam kehidupan. Mampu bertumbuh dan sukses berjajar setara dengan orang-orang hebat lain di bidangnya. Makanya tidak perlu heran jikaselalu terdorong untuk bisa menyelesaikan studi hingga ke tingkat tertinggi. Harapan kita  sangat besar. Semua harapan itu tidak lain adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. Ada yang bercita-cita  menjadi dokter, apoteker, polisi, tentara, guru, dosen dan lainnya.

Lantas, bagaimana jika pada kenyataannya jurusan yang kita pilih saat masuk kuliah tidak sesuai dengan harapan? Kita atau salah pilih atau terpaksa karena hanya lolos di jurusan yang sudah terlanjur lolos itu? Kita merasa salah pilih jurusan. Tentu sangat tidak membuat nyaman bukan ? Bahkan 87% mahasiswa di Indonesia salah memilih jurusan saat kuliah. Nah, ini adalah beberapa hal-hal yang perlu kita perhatikan jika merasa salah pilih jurusan. Menurut saya  hal-hal berikut ini penting untuk kita ketahui agar setidaknya kita bisa tahu apa yang seharusnya kita lakukan jika berada di kondisi seperti itu.

1. Cek Niat dan Minat (Lagi)
Hal ini penting untuk dilakukan diawal. Cobalah untuk tanyakan kembali diri kita, apakah jurusan yang kita pilih sesuai dengan minat kita atau belum? Atau jangan-jangan merasa salah memilih hanya karena pengaruh dari teman-teman? Atau sekedar keren-kerenan alias merasa gengsi karena kita jurusannya peternakan sedangkan teman kita kedokteran padahal sebenarnya minat kita yang sesungguhnya adalah peternakan? Sudah benarkah pilihan kita ini? Silahkan renungkan baik-baik sebelum mengambil tindakan yang lebih jauh lagi.

Bisa jadi kita merasa salah memilih jurusan hanya karena orang lain yang mengatakannya. Kita memilih jurusan tertentu hanya untuk keren-kerenan dengan teman-teman. Sehingga ketika lulus di jurusan yang sebenarnya sesuai dengan minat kita kita tetap merasa malas karena kita merasa kalah keren dari teman-teman kita. Setiap jurusan memiliki kelebihan masing-masing. Tidak ada jurusan yang bagus atau tidak bagus. Semua jurusan itu bagus, tinggal kamu memiliki minat di bidang yang seperti apa.

Cobalah renungkan kembali, bisa jadi kita ditakdirkan lulus di jurusan tertentu karena kita memang layak untuk disitu, kemampuan kita disitu, bukan karena kita ingin dianggap keren. Di jurusan itulah kita akan belajar untuk menemukan potensi sejati dan bisa jadi memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang menjadi insan yang lebih baik. Cobalah untuk merenung kembali.

Hal terbaik untuk dirimu yang mengetahui adalah dirimu sendiri, bukan orang lain. Pastikan kamu mengenali minat dan potensimu dengan baik. Hal ini penting untuk keberlanjutan kedepannya. Jika kamu menjalani dan memilih jurusan sesuai dengan minat kamu pastinya kamu akan mudah menjalani hari-harimu karena kamu akan mencintai aktivitasmu.

2.  Putuskan, Tetap Lanjut atau Pindah
Merasa memilih jurusan yang salah harus sejatinya mendapat perhatian khusus. Harus segera dituntaskan di awal-awal perkuliahan. Harus segera mengambil keputusan yang tegas. Jangan menunda-nunda hingga menyebabkan banyak dampak  negatif bermunculan, seperti kuliah malas-malasan alias kuliah nggak masuk-masuk tapi SPP bayar terus tiap semester (kalau biaya sendiri sih nggak masalah, kalau orang tua? Kan kasian orang tua), rajin ikut organisasi yang diminati tapi nggak masuk-masuk kuliah yang pada akhirnya organisasi malah jadi kambing hitam (kan kasian kalau organisasi yang disalahkan), dan paling parah menjadi mahasiswa "tingkat lama" alias "lama lulus" dari kampus.

Cobalah renungkan kembali sebelum semua itu terjadi. Silahkan mengambil putusan apakah tetap melanjutkan di jurusan yang sudah terlanjur di pilih dengan konsekuensi siap menanggung semua resiko. Resikonya yah harus sabar  dan tentunya harus lebih ekstra dalam belajar apalagi untuk yang jurusannya emang belum pernah ada dasar sama sekali. Dibutuhkan usaha yang lebih. Memang tidak gampang. Tapi, tidak gampang itu bukan berarti tidak bisa. Yakinlah mantera "Man Jadda wa Jada" yang artinya "Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil". Tenang saja, banyak kok orang yang berhasil meski di awal merasa di jurusan yang salah. Tapi, perlahan menemmukan roh dari jurusan yang sudah dipilihnya sehingga berhasil meraih kesuksesannya.

Pun jika pada akhirnya memang harus pindah jurusan karena kamu memang harus memperjuangkan apa yang sudah kamu cita-citakan. Maka, semua tergantung pada dirimu. Asalkan harus diingat bahwa kamu harus bertanggung jawab penuh dengan pilihanmu. Jangan menyalahkan siapapun. Pastikan keputusan yang diambil benar-benar sudah tepat terlepas dari tetap lanjut atau pindah ke jurusan yang lain.


3. Sabar dan Syukur
Ada beberapa orang yang sudah memutuskan untuk pindah jurusan. Namun, pada kenyataannya jurusan yang dituju belum membuka kesempatan. Kalau seperti ini biasanya pilihannya ada tiga yaitu tetap di jurusan lama, menunggu tes masuk tahun berikutnya dan pada beberapa kasus ada yang memutuskan untuk berhenti kuliah. Kalau sudah seperti ini hal yang harus dilakukan adalah bersabar sembari terus berjuang dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik. Tapi, jangan sampai memilih berhenti yah 😊.

4. Berpikiran Positif dan Selalu Bersyukur
Memiliki kesempatan menyandang status sebagai mahasiswa adalah hal luar biasa yang diimpikan oleh orang lain di luar sana tapi belum bisa meraihnya. Maka bersyukurlah atas kesempatan yang sudah bisa kamu dapatkan. Bersyukurlah atas hal yang sudah kamu capai hari ini. Jangan jadi pengecut yang banyak mengeluh terlebih menyalahkan orang lain. Tetaplah berpikir positif. Pasti ada hikmah dibalik semua kejadian. Belajarlah untuk menghadapi semua hal secara bijak. Satu hal lain yang tidak kalah penting adalah Jangan Lupa Bahagia 💖😉.

Nah, itu sedikit tips dari saya. Semoga bisa bermanfaat. Pastikan setiap tindakan yang kita pilih adalah tindakan yang tepat. Saya yakin setiap kita tenntunya tidak ingin salah jurusan olehnya untuk meminimalisir peluang terjadinya adalah harus dipersiapkan dari sekarang. Menyusun rencana secara matang adalah kewajiban yang harus dilakukan. Jangan mudah menyerah dalam menjemput impian berjuanglah. Karena manisnya cita akan terasa setelah lelah lelah berjuang.


NIKAH ATAU LANJUT STUDI, PILIH MANA ?  Nah, kalau kamu dapat pertanyaan yang seperti ini. Kamu akan jawab apa? Pasti mikir keras dulu 😃. Emang kelihatan gampang jawabnya, tinggal pilih nikah atau lanjut studi. Mungkin saja bagi mereka yang sudah punya perencanaan yang baik akan dengan mudah dan gampang jawabnya. Hihi.

Nah, ditulisan kali ini saya berhasil merangkum menjadi 3 pertanyaan dari beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan teman-teman seputar nikah atau lanjut studi ke saya beserta tanggapan saya. Semua tanggapan sesuai dengan pemahaman saya.

"Lulus kuliah sudah. Kapan nikah?" 
Tahu tidak ?! Entah sudah beribu kali saya dapat pertanyaan serupa baik dari teman maupun saudara. Mungkin teman-teman yang lainnya pernah mengalami hal yang sama ? Mungkin ada yang tahu bagaimana rasanya  mendapat petanyaan yang sama secara berulang, sekali dua kali sih bukan masalah tapi yang menjadi masalah itu ketika ditanya berkali-kali apalagi yang bertanya adalah orang yang sama. 

Pasti ada beragam reaksi, ada yang risih, gak suka, galau, baper, panik dan pastinya ada yang santai-santai saja. Nah, reaksi kamu yang mana? Kalau saya termasuk orang yang santai saja ketika mendapat pertanyaan seperti itu sembari menjawab dengan jelas 
"kapan kapan kalau pangerannya sudah datang 😆, saya yakin jodohnya pasti datang di waktu yang tepat , meski waktu yang tepat itu saya pun tak tak tahu kapan !"
"Nikah atau lanjut studi, pilih mana?"
Saya belum tahu yang mana yang bakal mendekat lebih dulu, olehnya keduanya harus sudah dipersiapkan mulai sekarang. Saya percaya, nikah bukanlah penghalang lanjut studi, pun sebaliknya lanjut studi bukanlah penghalang nikah. Selama, sudah membangun kesepakatan diawal. Tapi, tetap saja apapun pilihannya pasti punya resiko yang harus ditanggung. Karena semua pilihan itu pasti punya kekurangan dan kelebihan dan konsekuensinya adalah terus berbenah dan meningkatkan hal-hal positif yang dapat dicapai atas pilihan kita. Bagaimana? Apakah sudah siap dengan setiap resiko?

"Emang gak repot nikah saat lanjut studi ?"
Nah semua pilihan punya resiko. Salah satunya resikonya adalah harus siap repot, jika repot itu memang diperlukan 😊, karena emang gak ada yang instan. Selamat mempersiapkan diri, terus tingkatkan kapasitas diri, jangan sibuk persiapan lanjut universitas favori kamu saja, tapi persiapkan juga ilmu untuk universitas kehidupan yang salah satu fakultasnya adalah nikah 😏.

Nah itulah 3 pertanyaan yang paling sering saya dapatkan. Eeeehhhh.... Tapi ingat, tulisan ini tidak bermaksud apapun. Ga ada maksud apapun yah, apalagi kalau ada yang bilang tulisan ini adalah kode 😀.

Sejatinya perempuan (muslimah) tidak perlu ragu dan khawatir, dengan pilihan-pilihan apakah nikah  atau lanjut studi. Ingat, menuntut ilmu itu wajib! meski tidak harus dilakukan dalam lingkungan formal. Nikah juga penting. Salah satunya sebagai bentuk upaya untuk mencetak generasi pembela islam di masa mendatang. Perempuan yang cerdas dan pandai akan lebih banyak membawa manfaat, tidak hanya bagi keluarganya namun juga bagi umat (sekitarnya).

Tulisan ini ditulis untuk sekedar sharing dengan harapan semoga ada yang bisa mengambil pelajaran. Jadi, jika mendapat pertanyaan NIKAH ATAU LANJUT STUDI, PILIH MANA ? Silahkan dijawab sesuai dengan pertimbangan yang matang. Nikah atau lanjut studi, keduanya bisa dilakukan sejalan beriringan pun bukan masalah jika diselesaikan satu persatu. Setiap pilihan tidak ada yang salah atau paling benar karena setiap orang memiliki prinsip dan tentunya banyak pertimbangan lainnya. Tugas kita bukan untuk saling menyalahkan prinsip tapi saling menghargai prinsip. Karna setiap orang memiliki landasan dan dalil atas prinsip yang dipegangnya.

Selamat menentukan pilihan !

Pare - Kediri , Jum'at, 25 Agustus 2017 ( Pukul 18.36 p.m. WIB)


Ini catatan istimewa. Ini catatan rindu untuk orang-orang istimewa. Catatan ini singkat. Catatan singkat untuk orang-orang istimewa. Ini hanya sedikit catatan kerinduan yang tertuang dalam tulisan singkat. Agar nantinya menjadi sedikit bukti, tak ada hari tanpa rindu itu. 

Orang-orang istimewa di tempat yang istimewa telah menumbuhkan rindu yang berlebih saat tak berdekatan. Hanya ungkapan rindu yang bisa terungkapkan dengan mudah dari lisan. Mungkin, masih butuh waktu yang tidak singkat untuk membuat semuanya berjalan normal. Berjalan sesuai dengan harapan.

Orang-orang teristimewa. Merekalah orang-orang yang dengan senang hati menghibahkan sebagian besar waktu, tenaga, kasih sayang dan hidupnya untuk membuatku juga turut merasakan hidup. Hidup dengan sebaik-baiknya hidup. Merekalah orang tua terbaik sepanjang masa. Orang tua tertangguh, orang tua terhebat, orang tua terbaik yang layak dan sangat pantas mendapat balasan terbaik dari semua jasa-jasanya Merekalah adik terbaik sepanjang masa. Ku titip rindu untuk kalian.. Salam rindu dari anakmu, salam rindu dari kakakmu.

Pun berada di tempat istimewa yang juga turut memupuk rindu. Tempat penuh sejarah, yang selalu dirindukan. Menjadi saksi-saksi perjuangan. Jejak-jejak langkah sejak 22 tahun lalu. Kampung halaman yang begitu dirindukan. 

Wahai diri bersabarlah, karena sabar adalah cara terbaik untuk mempersingkat waktu memendam rindu.

Semua hal yang istimewa selalu mendapat tempat istimewa di dalam setiap ruang hati. Karena istimewa adalah pembeda dari hal lainnya. Istimewa selalu berhasil menjadi pupuk dan menumbuhkan rindu yang menggemuruh di hati saat jarak dan waktu menjadi perantara untuk tak bisa menatap lekat dan menikmati setiap sudut keindahannya. Tetaplah bersabar di jalan perjuangan.

Pare - Kediri, 25 Agustus 2017 ( Pukul 16.45 p.m WIB)

Tulisan kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai tata cara pembayaran SPP melalui ATM BNI. Selama ini kelihatannya masih sedikit mahasiswa yang mengetahui tata cara pembayaran SPP atau UKT melalui ATM. Padahal ATM juga menyediakan layanan untuk pembayaran SPP atau UKT, bukan hanya itu masih banyak lagi layanan lainnya yang bisa diakses.

Pembayaran SPP melalui ATM nampaknya masih sedikit mahasiswa yang melakukannya hal ini terlihat dari kebiasaan  saat akan memasuki tahun ajaran baru. Selalu saja terjadi antrian padat di beberapa bank yang bekerja sama dengan pihak Universitas Tadulako. Faktor ketidaktahuan terhadap tata cara pembayaran lewat ATM adalah salah satu alasan kenapa banyak yang rela untuk ngantri berkepanjangan dan berdesak-desakan untuk pembayaran SPP atau UKT. Selain itu, beberapa mahasiswa juga ada yang sudah tahu. Tapi, sekedar mengetahui saja namun lupa atau tidak paham dengan tata cara pembayarannya.

Salah satu yang antriannya cukup padat adalah BNI KC Untad. Maklum jika terjadi kepadatan disini karena letaknya yang cukup strategis dalam kampus dan mudah dijangkau oleh mahasiswa apalagi yang tidak memiliki kendaraan. Antrian panjang dan berdesak-desakan adalah pemandangan yang sudah tidak asing lagi di dapati. Berdesak-desakan antara laki-laki dan perempuan bukankah hal yang seharusnya kita hindari?. Namun, yang terjadi adalah banyak tidak peduli ketika harus berdesak-desakan demi sebuah nomor antrian terawal. Yah, mahasiswa berebut untuk saling mendapat nomor antrian terawal. Bukan hanya itu, antrian yang menumpuk kadang membuat beberapa mahasiswa bisa mengantri hingga berhari-hari. Mungkin beberapa orang ini bukan masalah, tapi untuk beberapa orang lain ini adalah sebuah masalah yang cukup serius. Bayangkan harus ngantri berhari-hari dan rela untuk meninggalkan beberapa aktivitas lainnya. Butuh kesabaran memang. Jika ada alternatif lain kenapa tidak kita mencobanya ? Apalagi disaat antrian sedang padat-padatnya. 

Cara Bayar SPP UNTAD melalui ATM BNI
Nah, ini adalah beberapa langkah untuk melakukan pembayaran SPP via ATM BNI. 

1. Pastikan bahwa saldo di rekening kita cukup untuk tagihan SPP. Jika belum cukup silahkan melakukan setor tunai di ATM atau setoran di bank (di beberapa Bank transaksi diluar pembayaran SPP dilayani tersendiri dan lebih cepat karena tidak perlu  daftar antri untuk bayar SPP)
2. Masukkan kartu kedalam mesin ATM
3. Pilih layanan bahasa "Indonesia" atau "English"
4. Masukkan PIN dengan benar, jangan sampai salah hingga 3 kali.
5. Pilih "Menu Lainnya"
6. Pilih "Pembayaran"
7. Pilih "Universitas"
8. Pilih "Student Payment Centre (SPC)"
9. Selanjutnya masukkan "Kode Lembaga Pendidikan" (Untuk Universitas Tadulako kodenya adalah 8026, jika lupa kode kampus bisa dilihat pada daftar dengan cara pilih "Kode Lembaga" lebih dulu)  diikuti nomor tagihan SPC (nomor tagihan adalah nomor stambuk mahasiswa, untuk huruf pertama pada nomor stambuk dikonversi menjadi angka misalnya A=1, B=2, C=3, D=4, E=5, F=6, G=7). Contoh nomor tagihan SPC untuk Mahasiswa Universitas Tadulako dengan nomor stambuk G30112008 adalah 8026730112008. Kemudian "Tekan Jika Sudah Benar". Jika transaksi gagal silahkan ulangi dan pastikan nomor sudah sesuai, jika nomor sudah sesuai namun  masih gagal, silahkan melapor ke BAAK karena kemungkinan tagihan pembayaran kamu belum diaktifkan.
10. Informasi Tagihan SPC akan muncul. Pada layar akan muncul informasi nama, stambuk, fakultas dan tagihan UKT. Apabila data sudah benar lanjutkan ke tahap berikutnya.
11. Pilih "Ya Bayar"
12. Pilih "Tabungan"
13. Pembayaran selesai. Jangan lupa simpan struk sebagai bukti pembayaran ! (Struk berperan sebagai pengganti slip pembayaran seperti jika dilakukan di Bank).

Struk Pembayaran SPP FKIP
Struk Pembayaran SPP FEKON
 Semoga tulisan ini bermanfaat. Sesekali bisalah untuk mencoba memilih  membayar SPP melalui ATM apalagi saat antrian lagi panjang dan berdesak-desakan. Selain bisa hemat waktu dan energi kita juga bisa menghindari yang namanya ngantri dan berdesak-desakan diantara laki-laki maupun perempuan.

Selamat mencoba, ga ribet, ga pake antri, bisa juga bayar dimanapun berada ! 😊


Bisa menyandang status sebagai mahasiswa adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Di saat banyak orang-orang di luar sana yang juga sama berjuang namun masih gagal untuk meraihnya. Bersyukur  karena Allah telah memilih kita dan berkesempatan untuk berselancar di dunia mahasiswa.  Menjadi mahasiswa memiliki keunikan dan cerita tersendiri, termasuk suka duka menjadi mahasiswa.  Disisi lain, mahasiswa dituntut untuk tidak sekedar menjadi mahasiswa tapi bisa menjadi Mahasiswa Prestatif. Mahasiswa prestatif yang saya maksud disini adalah mahasiswa-mahasiswa yang aktif  dan memiliki  karya dan prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik serta memiliki aktivitas-aktivitas positif lain diluar kewajiban sebagai mahasiswa. Iya, kita tahu tugas utama sebagai  seorang mahasiswa adalah menunaikan kewajiban akademik, bergelut dengan kuliah, praktikum, mengerjakan laporan, makalah, esai, tugas akhir dengan target dan bisa menyelesaikan studi secepat mungkin untuk mendapatkan predikat cum laude. Ingin bersegera mendapatkan tambahan gelar di belakang nama. Namun, untuk menjadi mahasiswa seutuhnya tugas kita lebih dari itu. Kita dituntut untuk bisa berkarya, berkreasi dan berinovasi. Kita dituntut untuk turut mengaktifkan diri, berkompetisi, dan  menghasilkan ide-ide yang gemilang. 

Kenapa kita harus menjadi mahasiswa yang memiliki karya dan prestasi ? Ada beberapa hal yang cukup penting untuk kita ketahui. Pertama, masa mahasiswa adalah masa usia produktif dimana kita memiliki banyak ide fresh cemerlang dan semangat yang tinggi untuk take action. Ini adalah salah satu masa emas yang tidak boleh disia-siakan. Bisa jadi ide-ide yang kita miliki sekedar berakhir pada ide belaka. Apalah arti sebuah ide dan gagasan yang tidak terealisasi. Kedua, investasi masa depan. Karya yang kita hasilkan akan menjadi sebuah investasi untuk kita di masa depan nanti, mungkin akan menjadi salah satu penyumbang ide terbaik untuk kemajuan bangsa, negara dan agama. Kita tidak tahu segala kemungkinan yang akan terjadi ke depan. Olehnya, terus saja perbanyak karya dan kreasi kita. Kali aja bisa bermanfaat di kemudian hari. Alih-alih kita bisa menikmati manfaatnya pun orang lain juga. Ketiga,  mendapatkan apresiasi. Siapa sih yang tidak bangga dan senang ketika mendapat apresiasi? Bohong jika perasaannya biasa-biasa saja. Mungkin mulut bisa berkata demikian tapi yakin saja akan ada perasaan bangga dan bahagia diam-diam. Yakin atau tidak, apresiasi yang kita dapatkan mampu menjadi pendorong untuk bisa menghasilkan karya yang jauh lebih berkelas lagi. Keempat, karya adalah pembuktian. Pembuktian bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan sesuai bidang yang kita tekuni. Dengan begitu kita akan dengan mudah menjadi orang yang diperhitungkan tanpa diminta. Kita akan mendapatkan tempat di kelompok-kelompok tertentu. Pada saatnya nanti hal-hal yang kita sampaikan akan mudah di terima, termasuk misi dakwah.

Sejatinya harus seperti itulah mahasiswa. Tak ada pengecualian sebagai mahasiswa muslim. Sebagai seorang mahasiswa muslim seharusnya mampu bersaing dengan mahasiswa lainnya. Menghasilkan karya dan prestasi, mampu berinovasi dan tampil di hadapan umum dengan tidak menanggalkan identitasnya sebagai muslim/ah. Menggemilang dengan karya dan prestasi dengan tetap berpegang teguh pada prinsip, pada aqidah, pada islam. Tetap di lajur yang benar, jangan sampaikan prinsip dan aqidah tergadaikan. Mahasiswa Muslim/ah sejati seharusnya memiliki kecerdasan yang bukan hanya ilmu dunia namun harus menyeimbangkan antara ilmu dunia dan akhirat, bukan malah terjadi ketimpangan.

Perlu diingat bahwa pilihan kita untuk menjadi mahasiswa (muslim) juga artinya adalah telah memilih untuk mengemban amanah dakwah dan harus dipertanggung jawabkan. Untuk mempertanggung jawabkan hal itu hal yang dapat kita lakukan adalah dengan menjadi penyebar dakwah islam, menyebarkan dakwah dimanapun kita berada. Tentunya untuk mahasiswa lahan dakwah yang paling dekat adalah dunia kampus yang di penuhi oleh pakar akademisi. Berdakwalah dengan cara kita sendiri dengan tetap berpegang teguh pada Al-Quran dan sunnah para Rasul. Berdakwah bukan hanya di masjid, berdakwah bukan hanya tugas seorang ustadz/ah, tapi berdakwah adalah selama napas masih berhembus dimanapun kaki berpijak dan itu tugas setiap muslim. Dakwah tak mengharuskanmu berceramah di depan banyak orang, tak mengharuskanmu hapal 100 hadits. Tidak !. Dengan memberi contoh karya dan prestasi, tingkah dan perkataan-perkataan yang baik, bukan dan tak lain semua itu adalah bagian dari dakwah. 

Nah, Amanah dari Allah juga menuntut kita untuk menjadi prestatif  sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah. Itulah yang dapat kita lakukan, menjadi Mahasiswa (Muslim/ah) Prestatif dengan berpegang teguh pada prinsip aqidah islam.  Mari berbenah !.

Berdakwalah dengan ilmu kimia yang kamu geluti, ilmu biologi yang kamu kuasai, ilmu matematika yang kamu sangat jago, ilmu fisika yang kamu senangi, ilmu farmasi, ilmu kedokteran, ilmu komunikasi, ilmu sejarah, ilmu bahasa, ilmu kesenian, ilmu sosial, ilmu ekonomi dan hukum serta ilmu-ilmu lainnya yang kamu dalami saat ini. Karena, berdakwah bukan hanya tugas seorang Sarjana Agama.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Jika ada hal yang keliru, mari saling mengingatkan! (Wallahu'alam bisshawab)


Ntms
Palu, 07-07-2017 (Pukul, 20:46 WITA)
Rukmana Suharta
 
Yang namanya hidup pasti (menuntut) selalu ada interaksi. Interaksi dengan banyak orang. Baik orang yang sudah kita kenal lama atau orang baru yang bisa jadi  baru-baru kita temui 1 menit yang lalu, 1 jam yang lalu, 1 hari yang lalu, 1 minggu yang lalu, 1 bulan yang lalu atau bahkan 10 tahun yang lalu. Cukup sederhana, karena memang kita butuh interaksi dengan orang lain karena kodrat kita sebagai manusia sosial yang dalam agama pun kita diperintahkan  untuk habluminallah wa habluminannaas. Jadi, belajar untuk menjalin relasi yang baik dengan setiap orang adalah hal yang tidak bisa kita hindari.   

Ketika banyak orang yang mulai berdatangan dalam hidup kita. Ingin mengenal kita, ingin dekat dengan kita. Maka kita tidak bisa menolaknya. Bukankah setiap kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lainnya seperti yang sering kita ceritakan, seperti yang kamu ceritakan kepadaku? Biarkan saja mereka masuk. Lebarkanlah pintu kehidupanmu untuk di masuki oleh orang di luar sana yang ingin masuk dengan harapan mereka bisa mengambil banyak hikmah dan pelajaran dari kisah hidupmu saat keluar nanti. Harap-harap akan menjadi pemberat timbangan di akhirat nanti. Aah, kamu jangan salah paham, ini bukan pamrih. Bukankah setiap hal kebaikan yang kamu lakukan itu senantiasa berharap balasan pahala dari Allah ? Iya kan?! Nah, begitulah.  Maka, ingin ku katakan lagi bahwa  itu akan lebih baik bagimu, bagi kita.

Ketika banyak orang mulai berdatangan dalam kehidupanmu. Untuk manusia sepertimu, yang katanya mencoba untuk menjadi manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain. Maka membiarkan mereka seperti itu adalah sebuah kewajaran. Biarkan saja mereka masuk untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah hidupmu asalkan tidak untuk mengintervensi kehidupanmu.  Jadi, sebelum mereka masuk maka silahkan bersepakat dan  bersepaham dulu di awal !
Newer Posts Older Posts Home

WELCOME ABOARD!

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Makalrambot Lipu (Teringat Kampung Halaman)
    Lagu-lagu daerah Tolitoli cukup banyak yang menceritakan kerinduan seorang perantau terhadap kampung halamannya, termasuk lagu Makalrambot L...
  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Tinga Kinaaku (Suara hatiku)
    Naah, ini adalah salah satu lagu yang sangat terkenal juga di Tolitoli. Judulnya adalah " Tinga Kinaaku" , atau bisa diartikan seb...
  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Lutungan (Patriot Baolan)
    Nah, lagu ini adalah salah satu lagu fenomenal kota Tolitoli karena sering dinyanyikan dalam acara-acara kedaerahan, pun sering juga diperke...
  • Sebenarnya, Apa Alasan Kita Memilih Menjadi Relawan ?
    Menjadi Relawan atau Volunteer adalah sebuah pilihan. Pilihan bagi orang-orang terpilih. Pilihan bagi orang yang mau dan memberanikan...
  • CERITA LPDP : Jadi, sebenarnya begini...
    Pada hari itu, Selasa, 14 Agustus 2019, hanya ada perasaan sangat puas ketika keluar dari ruang wawancara 1 yang kata kebanyakan orang...
  • Anak adalah Perekam Hebat
    Sudah seminggu lebih keberadaanku di rumah, di kampung halaman, kampung halamanku yang sesungguhnya. Aku tahu betul kalau  selama ini kebany...
  • KAOS KAKI IDENTITAS
            H 28 Ramadhan 1436 H, tempat aku dan teman magang sudah memasuki waktu libur. Pagi itu kami pergi ke sebuah pasar tradisional y...
  • RENCANA HATI
    Aku bahagia di jalan ini.. Jejaki kehidupan setia dengan proses.. Meski kutahu sempurna bukan milikku.. Yah, aku hanya menjejaki pros...
  • Tujuh Hari Menuju Belanda
    Merencanakan banyak hal di masa yang hampir segalanya tak terprediksi bukanlah hal mudah. Niat akan teruji karena ketidakpastian yang memben...
  • LUAR NEGERI ITU PALU
          Sebuah pengalaman tak terlupakan hidup selama 3 hari di sebuah pulau nun terpencil di sebuah pulau di daerah kabupaten Tolitoli Sulaw...

Categories

Beasiswa 6 Catatan 40 Cerita Saya 37 English Article 2 Kampung Inggris Pare 15 Pojok Umum 33 Refleksi 24 Tentang Toli-toli 8

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  January (1)
      • Bayangan Rasa
  • ►  2025 (5)
    • ►  December (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  May (3)
  • ►  2023 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (7)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  February (2)
  • ►  2020 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2018 (31)
    • ►  December (3)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (30)
    • ►  November (2)
    • ►  October (5)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
  • ►  2016 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (4)
  • ►  2015 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (10)
    • ►  June (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  August (1)

Total Pageviews

Contact Form

Name

Email *

Message *

Featured Post

Memaafkan atau dimaafkan bukanlah perihal mana yang lebih baik. Keduanya adalah dua hal yang sama-sama membutuhkan keikhlasan. Kita dilatih ...

rukmana.rs

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates