A Learner's Journal
  • HOME
  • GENERAL
  • REFLEKSI
  • CERITA SAYA
  • CATATAN
  • BICARA LINGKUNGAN
  • ABOUT ME
Kota Apel yang tak akan terlupakan. Banyak kenangan dan cerita indah yang telah terukir disini. Agenda RAKERNAS yang berlangsung hampir 4 hari akhirnya berjalan dengan lancar dengan terpilihnya Riko Oktiza Nanda sebagai nahkoda baru yang akan membawa bahtera IKAHIMKI ini menuju pelabuhan tujuan. Alhamdulillah. Kami diberi kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata. Di antaranya ke Coban Rondo, wisata kebun Apel dan menjelajah di alun-alun Batu Malang. Sebenarnya masih banyak tempat yang ingin kami kunjungi  seperti Museum Angkot & Selekta. Namun tak sempat karena cuaca ketika itu kurang bersahabat. Hujan turun begitu deras dan dingin yang begitu menusuk. Tak apalah ini saja sudah lebih dari cukup.

Perjalanan ini membuatku merasakan indahnya kebersamaan. Ya, mereka orangnya baik-baik dan seru pastinya. Waktu itu aku lumayan dekat dengan si Opet (UNAIR), Cay (UNAIR), Cinta, (UB), Renzy (UNAIR), Ita (UNILA), Fina (UB), Lily (UM) dan Kak Dolly (Kupang). Entah mengapa kami terasa begitu dekat padahal tak sekamar. Kami selalu saja bersama ketika ada agenda. Begitupun saat pagi menjelang kami selalu menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas Vila setelah melakukan senam andalan selama disana. Penasaran dengan senamnya? He he gak usah penasaran, senamnya senam Pinguin Pals (:-D).

Ana Fairuza Fajriana. Sahabat nusantara ku yang kala itu tinggal di Malang karena lagi kuliah di FTP Universitas Brawijaya Malang. Persahabatan kami dimulai ketika di pertemukan dalam sebuah event Lomba Kaya Tulis Ilmiah Nasional di Makassar sekitar 4 bulan sebelumnya. Ana menjemputku di Vila. Ia membawaku menikmati indahnya kota Malang dan membawaku mengelilingi Universitas Brawijaya. Salah satu pengalaman yang tak terlupakan adalah Ana membawaku masuk kelas dan mengikuti perkuliahan. Aku mencoba beradaptasi dengan teman-temannya. Setiap bertemu teman-temannya Ana memperkenalkan aku sebagai adiknya. Lucu juga sih. Aku jadi penyusup kala itu. Fasilitas belajarnya kereen. Untad mah apah atuh. Tapi semoga suatu hari nanti Untad bisa lebih baik lagi seperti UB. Ana juga mengajakku berburu buku ke toko-toko buku yang cukup murah. Yah akhirnya kopor yang ku bawa penuh dengan buku. Semoga saja bagasiku nantinya tak over. Bersama Ana aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa di UB. Oh iya di sana kampus tetap rame meski sudah malam. Tak heran jika taman-taman kampus dipenuhi oleh mahasiswa yang tengah berdiskusi (gak sekedar gosip ya). Terima kasih ya Ana.

Lain Ana lain pula Lela dan Yuni. Nurlela dan Yuni Anggraeni adalah dua bersaudara yang sudah ku kenal baik sejak SMA. Kami bersahabat sejak duduk di bangku kelas XI SMA Negeri 1 Tolitoli. Mereka adalah partner membolang, tahsin dan tarbiyahku waktu SMA. Lela juga kuliah di UB, sama seperti Ana hanya saja Lela jurusan Fisika FMIPA. Sedangkan Yuni kuliahnya di UMM jurusan hukum. Jika Ana membawaku menjelajahi Malang, bersama Yuni dan Lela aku tak kemana-mana karena aku datang di waktu yang kurang tepat. Kala itu mereka harus ujian di kampus. Iyah tak apalah. Aku paham kok. Pun bertemu kalian saja itu sudah membuatku senang.

Malang, benar-benar kota tak terlupakan.
Merantaulah, kamu akan mendapatkan pengganti dalam kerabat serta kawan
berlelah-lelahlah, karena manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang !
Rantau merantau. Hidup dan menetap jauh dari saudara, keluarga dan mereka yang dulunya orang-orang  terdekat kita. Yah. Hidup merantau adalah sebuah petualangan. Apakah kamu mahasiswa yang kini tengah hidup merantau, jauh dari keluarga ? Sudah berapa lama merantau? Atau mungkin baru saja belajar hidup merantau? Gimana betah gak di tanah rantau? Silahkan dijawab masing-masing yah.

Ngomong-ngomong masalah rantau. Aku adalah salah satunya. Yeah, hidup merantau sudah tak begitu asing bagiku pasalnya sudah  hampir 10 tahun aku hidup di negeri rantau. 10 tahun bukanlah waktu yang singkat loh Pals. Banyak suka dukanya. Apalagi aku mulai merantau di usia yang ku anggap masih begitu dini (menurutku). Aku sudah mulai hidup di tanah rantau sejak kelas 1 SMP. Perantauanku cukup beralasan karena waktu itu fasilitas pendidikan di kampung halaman tak begitu memadai hingga mengharuskanku untuk memilih melanjutkan SMP ke tempat yang sedikit lebih layak dibanding di kampung. Tak segampang itu Pals. Untuk mengantungi izin dari Mama agar mengizinkanku melanjutkan SMP di tempat yang ku sebut tanah rantau harus melalui perdebatan panjang dengan Papa hampir sebulan lamanya, hingga akhirnya Mama mengizinkan meski dengan berat hati. Aku paham ke khawatiran Mama. Mama khawatir aku terjebak dalam "pergaulan yang salah" karena jauh dari pengawasan orang tua dan keluarga, Mamah khawatir aku belum bisa  ngurus diri sendiri terutama nyuci pakaian dan masak. Mau makan apa aku nanti. Ditambah lagi aku adalah anak perempuan satu-satunya di keluargaku, Mama sangat berat melepaskanku. Di perparah lagi dengan banyaknya anak-anak kampung yang terjebak dalam pergaulan yang salah saat berada di tanah rantau. Alhasil, setelah Papa meyakinkan bahwa aku pasti bisa dan.... taraaa... berhasil.  Alhamdulillah Allah begitu sayang padaku hingga hari ini aku senantiasa dalam lindungan dan limpahan rahmat-Nya.

Oiya, back to the main topic. Menjadi mahasiswa rantau tak semudah yang dibayangkan loh Pals. Kita kudu survive. Banyak tantangan yang harus di hadapi. Mulai dari masalah sepele hingga masalah yang benar-bnar serius. Harus sabar dan kreatif. Jika tidak bakal berabe masalahnya. Nah, aku ingin berbagi sedikit tips sebainya apa sih yang harus kita lakukan sebagai mahasiswa di negeri rantau. Harapannya perantauan kita tak sia-sia dan bisa memetik sebanyak-banyak pelajaran dan manfaat. Check this out !

1. Kantongi Izin Orang Tua
Nah ini adalah hal wajib yang harus dilakukan. Restu alias izin orang tua adalah hal yang paling penting. Ingatkan pepatah yang mengatakan Ridho Allah bergantung pada Ridho orang tua. Jadi jika ingin perantauan kita di perantauan ingin aman dan nyaman maka mintalah izin orang tua jika ingin melakukan sesuatu. Selain izin merantau, usahakan pula harus membiasakan diri untuk tetap meminta izin orang tua jika akan melakukan sesuatu, meskipun tak tinggal bersama mereka. Teknologi kan sudah semakin maju, HP bukan hal mewah lagi tapi sudah menjadi kebutuhan pokok. Nah, dalam hal apa saja kudu minta izin? Yah, saya rasa kalian udah paham loh mengenai hal apa saja. Kan udah pada mahasiswa (hehe). Iya memang terkadang tak semua hal harus meminta restu orang tua. Gak apa-apa sebenarnya yang terpenting jangan pernah buat orang tua khawatir. Sipp deh !

2. Memilih Tempat Tinggal yang Aman
Tempat tinggal merupakan hal yang krusial. Lingkungan tempat tinggal bisa jadi faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan kita di tanah rantau. Pastikan kita memilih tempat tinggal yang aman dan kondusif. Jangan lupa amati lingkungan sekitar jangan sampai tinggal di lingkungan yang "salah".  Jika sudah di lingkungan yang salah, mau tak mau, perlahan namun pasti kita akan terbawa arus. Oiya, jangan lupa juga untuk memastikan bahwa tempat yang kita pilih adalah tempat yang aman dari pencuri dan rampok. Semua kendali ada di tangan kita. Jadi, jangan sampai salah memilih tempat tinggal.


3. Bergabung dalam Organisasi
Okeh Pals. Kalau kamu mahasiswa rantau. Aku sarankan jangan jadi mahasiswa yang kerjanya jagain kos melulu. Bergabung dalam organisasi adalah hal yang paling ku rekomendasikan apalagi buat kamu yang datang jauh-jauh dari kampung dan tak ada satupun keluarga yang ada di tempatmu merantau. Tak usah kuatir ! Kampus menawarkan berbagai macam organisasi yang bisa kamu ikuti dan kamu bebas memilih sesuai dengan minat kamu. Organisasi akan mengajarkanmu banyak hal yang tak kamu dapatkan di bangku kuliah. Organisasi menjadi salah satu media untuk persiapan menghadapi dunia kerja saat kamu lulus kuliah. Tak cuma itu, organisasi juga akan memberikanmu banyak keluarga baru, melatih kedewasaan dan kemandirian. Sehingga pada akhirnya nanti keluargamu akan bangga padamu. Mantep kan ??!!. Tapi jangan lupa harus tetap selektif memilih organisasi yaah.

4. Bergabung dalam LDK/LDF atau Organisasi Islam Lainnya
Nah, ini yang paling penting menurutku. Sebagai umat beragama kita sejatinya harus menjadi insan yang agamis tentunya. Apalah arti kesuksesan kita tanpa dibarengi ketaatan pada Sang Pencipta. Bergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus ataupun Fakultas atau atau Organisasi Islam Lainnya adalah hal yang begitu penting (menurutku) karena disinilah tempat berkumpulnya saudara seiman kita. Dengan berkumpul bersama mereka maka akan mendorong kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dengan bergabung di LDK/LDF juga akan menjaga stabilitas keimanan kita (InsyaAllah). Oiya, jangan salah juga yah. Ku kasih tahu nih yah, mereka yang tergabung dalam LDK/LDF atau Organisasi Islam Lainnya orangnya ketjeh-ketjeh loh. Yaps, selain belajar menjadi muslim/muslimah yang taat (InsyaAllah) mereka orang-orang yang kreatif dan inovatif loh. Jadi tak perlu heran jika banyak mahasiswa-mahasiswa  brprestasi itu adalah aktivis dakwah.Hal ini juga akan membantu membentuk pribadi kita untuk masa depan yang labih baik apalagi jika kembali ke kampung halaman. Orang tua kita pasti bahagia. Tunggu apa lagi? Ayoo masuk LDK/LDF.Namun, jika tak ingin bergabung juga, itus okay. Tak masalah, yang penting bisa bawa dan jaga diri yaa!.

5. Berteman dengan semua kalangan.
Hal ini penting loh Pals. Pastikan kita pandai membawa diri dalam pergaulan. Jangan menutup diri untuk bergaul dengan semua kalangan. Tapiii, harus tetap ingat, hati-hati dalam pergaulan. Tetap selektif memilih teman. Jagalah perilaku dengan baik jangan sampai membuat aneka masalah yah.

6. Membangun Jaringan Seluas-luasnya.
Jika kita memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam suatu kegiatan baik sekedar undangan, peserta kegiatan ataupun  sebagai panitia atau apapun itu. Jangan lupa, manfaatkan peluang ini untuk membangun jaringan, karena kesuksesan kita juga di pengaruhi oleh faktor jaringan atau networking salah satunya. Silahkan membangun jaringan sebanyak-banyaknya.

7. Menjadi Duta Daerah Asal
Mayoritas perantau itu berasal dari daerah yang bisa di bilang belum begitu maju. Apalagi mahasiswa. Mayoritas mahasiswa memilih merantau karena alasan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, termasuk juga dengan ku, datang jauh-jauh dari kampung yang lumayan terpencil, listrik "mood-moodan" pun menemukan signal HP ibarat menemukan mutiara. Tak sedikit berasal dari kampung yang terkadang kampung tersebut belum banyak yang mengenalnya. Maklumlah namanya juga kampung (hehehe). Nah, sudah menjadi tugas kamu untuk menjadi duta untuk memperkenalkan daerah asalmu di negeri rantau atau dimanapun kamu berada. Kamu punya hak untuk memperkenalkan daerahmu, misalnya potensi wisata ataupun potensi yang lainnya. Siapa sangka jika suatu hari nanti akan banyak wisatawan yang tertarik dan berkunjung ke daerah asalmu. Yang untung kan daerahmu juga?. Jangan malah sebaliknya Pals. Malu-malu dan suka menutupi daerah asal. Jangan sampai deh. Cintailah daerahmu sendiri dengan segala potensinya. Oiyaa, pastikan kamu melakukan semuanya dengan ikhlas. Jangan pikirkan imbalannya dulu. Yakin aja Pals, tak ada hal yang sia-sia jika kita melakukannya dengan ikhlas. Janji Allah itu Pasti. Oiya jadilah mahasiswa rantau yang tak lupa pulang. He he he..

8. Berwirausaha
Berwirausaha rasanya menjadi sesuatu yang tidak kalah wajib untuk kita lakukan sebagai mahasiswa rantau. Pasalnya kita hidup jauh dari keluarga dan orang tua. Enak kalau kiriman lancar. Namun buat yang merasa harus survive dan mandiri. Berwirausaha adalah hal yang patut di lakukan. Hitung-hitung latihan, siapa tahu jika lulus nanti ingin menjadi pengusaha. Apalagi saat ini PNS yang diterima akan semakin sedikit loh. Yuk latihan berwirausaha !

9. Jadilah Teman bagi Saudara & Keluarga Temanmu.
Jika kamu memiliki teman ataupun sahabat, pastikan kamu juga menjadi teman bagi saudara dan keluarga temanmu itu karena sesungguhnya itu akan lebih baik dan memudahkamu.

10. Jangan Lupa Bersyukur.
Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Satu hal yang perlu kita tanamkan baik-baik adalah senantiasa bersyukur dalam segala situasi karena itu akan membuat kita lebih bahagia. Jangan Lupa Bahagia Pals. Sesungguhnya Janji Allah itu Pasti. So, banyak-banyaklah bersyukur. Bukankah Allah telah berjanji akan menambah nikmat bagi siapa saja yang senantiasa bersyukur? Dalam Al-Quran Surah Ibrahim (QS. 14 : 07) juga telah dijelaskan.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Rabb-mu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." – (QS.14:7)

Gimana Pals?!. Itu yang bisa aku bagikan saat ini. Sekelumit tips jika menjadi mahasiswa rantau. InsyaAllah perjalanan kehidupan kita di negeri rantau ini bisa memetik sebanyak-banyak manfaat. Sehingga bisa pulang ke kampung halaman seraya berkata "Dengan Izin Allah Kesuksesan Ini Bisa Ku Capai". Semoga bermanfaat !
Selamat berpetualang !
Jangan lupa nikmati setiap proses di perantauan...
Jangan Lupa Bahagia :-)
Di kelilingi oleh orang-orang yang ku sebut mereka sebagai "Orang-orang Berprestasi" membuatku terdorong untuk mengikuti jejak kisah sukses mereka. Bukan hanya sukses di tingkat nasional tapi juga hingga ke Internasional. Aku sangat terobsesi untuk bisa menjadi seperti mereka. Ku paksakan diri untuk bisa menulis KTI, berlatih berbicara di hadapan publik, aktif kegiatan sosial, organisasi dan lainnya. Alhamdulillah hal yang ku lakukan tak berujung pada kesia-siaan, beberapa kali aku berhasil lolos kompetisi dan conference hingga ke tingkat nasional. Ku sebut ini sukses. Sukses memiliki makna yang fleksibel tergantung orang yang memaknainya. Sukses versiku kali ini adalah saat aku bisa berkarya seperti mereka. Hal yang membuat semangatku semakin terbakar. Sejak saat itu ku beranikan diri untuk bermimpi melanjutkan studi di luar negeri, Jepang dan Amerika. InsyaAllah.

Suatu ketika ku mendapat nasihat dari seorang kakak tingkat. Untuk menjadi sukses kamu tak perlu menjadi orang lain. Cukup kenali potensimu dan kembangkan. Karena kamu akan susah menyaingi mereka sudah ahli.
"Aku pernah berada di posisi sepertimu saat ini. Aku  pernah mengalami yang namanya sangat terobsesi menjadi seperti seorang teman sekelasku yang sangat ahli di bidang KTI hingga mengantarkannya  berpetualang ke beberapa negara seperti Jerman dan Taiwan. Aku belajar susah-payah namun belum pandai-pandai juga. Hingga aku mendapat nasishat dari dosen yang sangat dekat denganku. Begini perkataannya, Jika ingin berpetualang seperti dia kamu jangan plagiat, maksudnya kamu harus gali potensi kamu dan terus kembangkan, jangan maksa mahir KTI kalu susah, kamu bakalan susah untuk bersaing karena banyak yang lebih mahir dari kamu......"
Ini tentang usia. Tentang anugerah. Tentang amanah dalam kesempatan

Barokallah..
Ini tentang usia. Tentang anugerah. Tentang harapan dalam amanah kesempatan.

Alhamdulillah.
Puji dan syukur senantiasa terpanjat ke hadirat Allah subhanahu wata'ala Sang pemilik jiwa yang merajai Alam semesta. Maha suci Allah. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk bisa menikmati persinggahan sementara sebelum pada akhirnya akan menuju akhirat-Mu.

Yaa tak terasa sudah selama itu aku berpetualang di dunia-Mu. Dengan segala kemurahan-Mu. Tak banyak yang ingin kuutarakan selain ungkapan rasa syukur yang tak terkira. Alhamdulillah aku masih bisa menghirup udaramu hingga akhirnya aku menginjak usia 21 tahun.

Banyak kisah petualangan yang sudah  kulalui selama ini. Tak luput ku mengambil hikmah dari semua itu. Dari situ kucoba untuk belajar. Belajar bagaimana menjadi sebenar-benar hamba, sebenar-benar manusia dan sebenar-benar khalifah (InsyaAllah).

Aku menyadari aku hanyalah satu dari sekian hamba-Mu yang jauh dari kesempurnaan. Untuk itu ampunilah segala salah dan khilafku karena Engkau adalah Dzat Maha Pengampun.

Jadikanlah umur yang tersisa ini senantiasa terpenuhi dengan segala aktivitas kebaikan. Menjadi pribadi yang pandai bersyukur atas segala nikmat.

Terima kasih telah menghiasi lembar perjalanan hingga hari ini dengan catatan dan coretan indah yang menjadi seni dan sejarah dalam hidupku.

Setiap tarikan nafasku, setiap jejak langkahku, ku pasrahkan pada-Mu.
Karena ku yakin keputusan dan ketetapan-Mu lah yang terbaik.

Sesungguhnya episode kehidupan baru, baru saja dimulai.
Bismillah...

Jangan lelah menanti kelanjutan kisah yang masih rahasia ini
Handphone ditanganku bergetar. Tertulis nama teman baikku di layar HP. Dalam hati ku bertanya-tanya ada apakah gerangan tak biasanya Ia menelpon selarut ini. Telepon darinya ku angkat. Berbicara beberapa menit lalu ku akhiri perbincangan itu. Ada hal yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya perbincangan kami adalah tentang kami berdua kali ini berbeda dan nampak begitu serius. Ada orang baru yang hadir dalam percakapan kami. Sebenarnya sedikit kaget kenapa dia tetiba membahas tentang itu. Pembahasan yang bisa ku bilang tentang masa depan tapi menurutku hal itu bukanlah hal yang tepat untuk dibahas di malam selarut ini.

Kembali ku lanjutkan tidurku yang ku katakan telah diganggu. Untung saja dia yang mengganggu tidurku olehnya kemarahanku masih terbendung. Pasti saja ketika orang lain, takkan ada maaf baginya. Aku kembali terlelap dalam tidur yang lelap. Tak ada hal yang membuatku penasaran, gelisah ataupun susah tidur. Suara kendaraan yang lalulalang menjadi pelengkap nyanyian sendu dalam hiruk pikuk di kota kecil ini. Tetiba aku terbangun kaget. Suara pohon tumbang di jalan depan rumah kontrakanku membangunkannku. Ku buka jendela kamar, ku lihat ke bawah, Pohon Kayu Dingin yang tumbang nampak menghalangi jalanan akibatnya pengguna jalan harus mencari jalan alternatif. Di luar sangat ramai, matahari sudah menyembul tinggi. Astagfirullah aku kesiangan.

"12 Panggilan Tak Terjawab dan 19 Pesan Belum dibaca", kalimat yang terpampang di layar HP-ku. Kinilah waktu yang tepat untukku penasaran. Ada apa sebenarnya. Ku buka pesannya satu per satu. Hhhmm, kelihatannya tak ada hal yang begitu penting dan mendesak. 19 Pesan itu isinya sama. Hanya menanyakan keberadaanku dan apa aktivitasku hari ini. Memang sepenting itukah keberadaan dan aktivitasku hari ini untuk dia ketahui? Aah pasti ini akal-akalan dia saja untuk mengerjaiku. Tak lama berselang, satu pesan singkat dari dia masuk lagi. Pesannya berisi ajakan untuk bertemu dia tanpa lupa mengingatkan agar aku tak datang seorang diri. Aku semakin tak mengerti. Ku putuskan untuk menghubunginya. Alhasil, setelah kutelpon beberapa kali namun tak kunjung terhubung juga, yang terdengar hanyalah suara "Nomor yang Anda tuju tidak terdaftar, mohon periksa kembali nomor tujuan Anda". Tak lupa juga untuk ku sapa dia lewat akun media sosialnya. Tapi hasilnya tetap sama. Masih nihil, tak ada tanggapan. Aah apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah aku harus memenuhi ajakannya?. Tidak. Tidak, aku tak mungkin menolak ajakannya.




"Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu"

KALA HUJAN. Malam 17 Ramadhan 1437 H. Lantunan bacaan ayat-ayat suci Al-Quran mulai menggema di segala penjuru masjid kota Palu. Waktu sudah menunjukkan pukul  19.23 WITA. Aah sebentar lagi memasuki waktu sholat tarwih. Rasanya semakin tak tenang saja. Beberapa kali kucoba keluar dari warung makan itu sambil kutengadahkan wajahku ke awan. Masih belum memungkinkan untuk ku terobos. Kembali ku duduk di meja yang cukup untuk ditempati 4 orang saja. Hujan semakin deras dan nampak begitu betah.

Kukekuarkan mushaf dari dalam tasku. Berharap bisa mengejar ketertinggalan bacaanku yang  beberapa lembar sambil menunggu hujan reda. Namun, 30 menit kemudian hujan belum juga reda. Mushafku ku tutup dan kembali kumasukkan ke dalam tas ungu yang kubawa saat itu. Ternyata badanku menggigil kedinginan. Sambil kuperhatikan orang-orang disekitarku. Mereka tak begitu terlihat kedinginan. Mungkin karena memang aku saja yang basah kuyup karena menerobos hujan hingga bisa kedinginan seperti ini. Kehangatan kakak-kakak yang kutemui ditempat yang sama sedikit mampu untuk mengurangi perasaan dingin yang begitu menusuk. Hujan malam ini mengantakanku pada pertemuan bersama rekan dan sahabat yang sudah lam tak berjumpa. Kembali mengingatkan mimpi-mimpi dan cipratan semangat untuk menjadi yang lebih baik. 

Hujan mulai reda. Aku dan rekanku langsung beranjak pulang ke rumah masing-masing. Badan masih menggigil namun harus kupaksakan untuk bisa mengendarai si merah untuk membawaku pulang ke rumah. Diperjalanan hujan kembali deras. tak ada lagi perasaan menggigil. Kini aku kembali menikmati hujan. Kuperlambat kecepatan, kulepaskan helm yang ku gunakan hanya agar bisa menikmati hujan malam ini. Tak peduli malam, aku hanya ingin menikmati hujan..Perjalanan yang bisa ditempuh paling lama 20 menit malam ini kutempuh hampir 40 menit. Sepanjang perjalanan kutemui beberapa jalan yang terendam banjir pun hujan semakin deras saja. Meski begitu aku tetap bahagia. 

Ingatanku melayang. Terbanyang aktivitas yang sudah kulakukan hari ini. Mulai dari mendapatkan kabar darurat yang membuatku merasa shock berat sehingga harus ngebut menulis semalaman suntuk. Semalaman Putri Tidur tak bisa tidur (Hihihi). Ditambah lagi harus menemui beberapa dosen dan amanah lainnya, Aah, terlalu banyak hal yang kulakukan hari ini, meski ada juga yang hanya sekedar harapan palsu. Terima kasih hari yang membuatku lelah.

Bukankah pelangi yang indah akan ada setelah hujan?

HUJAN TERIMA KASIH TELAH MENGHAPUS LELAHKU HARI INI.
      Indonesian Young Festival of Science alias INOVASI. Lomba karya tulis ilmiah yang pertama kuikuti. Bermodalkan semangat dan ilmu keterampilan menulis yang kubilang masih sangat sedikit. Tak perlu muluk-muluk aku tak mengharapkan imbalan dari lomba ini. Iya. Paling tidak aku telah berpartisipasi. Berawal dari informasi yang ku terima dari seorang teman. Hingga jadilah sebuah karya tulis yang siap untuk di kirim ke panitia. 

       Nur Hidayah. Sahabat sekaligus partner ku dalam segala hal. Termasuk dalam mengikuti lomba ini. Suka duka kami lewati bersama mulai dari mengumpulkan bahan tulisan hingga dalam membuat eksperimen-eksperimen sederhana. Bermodalkan pengetahuan menulis yang masih pas-pasan kami tetap semangat menyelesaikan  tulisan kami. Jaman sudah semakin canggih, jadi tanyakan saja pada om Gugel jika ada hal yang kurang dipahami. Itulah yang kami lakukan. 


        Nampaknya hal itu, tak buruk-buruk amat. Alhamdulillah,  jerih payah kami terbayarkan. setelah sekitar 2 minggu kami mengirimkan tulisan itu ke panitia dengan mengejar deadline karena bertepatan hari libur sehingga kami harus beburu JNE yang masih menerima pengiriman paket. Nama kami termasuk dalam 15 besar peserta yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya. Tahap presentasi di Universitas Hasanuddin Makassar. Wih, perasaanku tak karuan kala itu, antara haru dan bahagia. Rasanya mustahil, apalagi ini adalah pengalaman pertama menulis KTI untuk kompetisi dan langsung bisa lolos ke semi final.

     Yaps. Selama 3 hari kami kami mengikuti kegiatan disana banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan. Teman baru, pengetahuan dan semangat baru. Disana kami menemukan sahabat baru. Kusebut mereka sahabat Nusantaraku. Adalah mereka Bayu, Izza, Gilbert, Meliyana Rusanti, Aprilia Fatmawati, Octavian, Ana Fairuza Fajriana, Ulfa Musia Fadillah, Etty Yuliarsih, Nailil Magfirah, Putri Novianti, Nara dan Yanuar mereka adalah mahasiswa dari UNJ Jakarta, UB Malang, UNAIR Surabaya dan UNS Solo. Mereka si LO kece yang selalu menemani kami Azizah alias Cica dan Wiwin dari UNHAS. Sebenarnya masih banyak yang lain namun merekalah yang paling dekat dengan kami. Akrab terjalin dengan baik diantara kami sehingga rasanya begitu dekat. 

Foto bersama Peserta LKTM Inovasi Unhas 2014

Nur Hidayah, Saya, Meliyana, Aisyah, Aprilia (Kiri ke Kanan)

Saya, Ana, Etty, Ulfa, Nur (Awal Pertemuan di Bandara Internasional Hasanuddin Makassar)

      Meski belum bisa meraih juara. Namun, ini adalah prestasi gemilang buat kami. Saya dan Best Partner saya Nur Hidayah. Iya, kami yang masih pemula. Pengalaman ini sekaligus menjadi pengalaman pertama kami dalam melakukan perjalanan jauh bersamaan. Aah, suatu anugrah terindah untuk terus mempererat persahabatan diantara kami. Silahkan ambil hikmah dari setiap perjalanan yang kita lakukan. Dan pastinya jangan pernah takut untuk memulai.

Semangat menjaga Semangat! Semangat Memulai ! :-)


Newer Posts Older Posts Home

WELCOME ABOARD!

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Makalrambot Lipu (Teringat Kampung Halaman)
    Lagu-lagu daerah Tolitoli cukup banyak yang menceritakan kerinduan seorang perantau terhadap kampung halamannya, termasuk lagu Makalrambot L...
  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Tinga Kinaaku (Suara hatiku)
    Naah, ini adalah salah satu lagu yang sangat terkenal juga di Tolitoli. Judulnya adalah " Tinga Kinaaku" , atau bisa diartikan seb...
  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Lutungan (Patriot Baolan)
    Nah, lagu ini adalah salah satu lagu fenomenal kota Tolitoli karena sering dinyanyikan dalam acara-acara kedaerahan, pun sering juga diperke...
  • (POHON ASAM) TAK SEPERTI KATA PAK GURU
    Mataku terbuka, ku tengok ke arah kiri dan kananku. Tak ku dapati pemandangan apapun selain ku dapati Kartina yang masih menikmati tidurnya...
  • Ramadhan di Negeri van Orange
    Menghabiskan ramadhan mengikut idul fitri jauh dari rumah bukalah sesuatu ynang baru lagi buat saya. Ini tahun ke-5 ramadhan secara berturut...
  • LAGU DAERAH TOLITOLI DAN ARTINYA - Mogita Ilimu (Menuntut Ilmu)
    Lagu "Mogita Ilimu" (tapi sering nemu yang tulisannya "Magita", tapi menurutku benarnya adalah Mogita biar lebih make s...
  • MAGANG DI SUMATERA (BAGIAN I)
            Setuju dengan statement Hidup adalah Pilihan. Hari ini pilihan itu harus ditentukan. Yah, aku memilih untuk melaksanakan praktek ...
  • PARE, CLIent, INSANTAMA DAN KISAHNYA, SAMPAI JUMPA LAGI !
    Alasan utama saya bertahan disini jelas. Saya putuskan untuk menghibahkan diri menjadi bagian dari Team untuk mensukseskan kegiatan liburan ...
  • ORANG-ORANG TERDEKAT : Nurlela
    Setiap pertemuan dengan orang baru memiliki ceritanya sendiri. Terkadang, banyak hal yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Kita menge...
  • Kata Kerja Transitif dan Intransitif, Apa Bedanya ?
    Materi Grammar atau aturan penulisan adalah salah satu materi utama dalam belajar bahasa Inggris. Materi verb atau kata kerja pada bagian...

Categories

Beasiswa 6 Catatan 40 Cerita Saya 37 English Article 2 Kampung Inggris Pare 15 Pojok Umum 26 Refleksi 24 Tentang Toli-toli 8

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  January (1)
      • Bayangan Rasa
  • ►  2025 (5)
    • ►  December (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  May (3)
  • ►  2023 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (7)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  February (2)
  • ►  2020 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (11)
    • ►  December (2)
    • ►  October (5)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2018 (31)
    • ►  December (3)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)
    • ►  July (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (30)
    • ►  November (2)
    • ►  October (5)
    • ►  September (4)
    • ►  August (4)
    • ►  July (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (4)
    • ►  March (5)
  • ►  2016 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (4)
  • ►  2015 (16)
    • ►  December (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  April (3)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  August (1)

Total Pageviews

Contact Form

Name

Email *

Message *

Featured Post

Memaafkan atau dimaafkan bukanlah perihal mana yang lebih baik. Keduanya adalah dua hal yang sama-sama membutuhkan keikhlasan. Kita dilatih ...

rukmana.rs

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates